banner 728x250

Kekacauan di Pintu Masuk Pasar Pulubala: Jalan Trans Sulawesi Tersendat Setiap Hari Pasar, Diduga Oknum Pengelola dan ASN Tutup Mata

banner 120x600
banner 468x60

Warga pengguna Jalan Trans Sulawesi di pintu masuk Pasar Tradisional Pulubala mengeluhkan kemacetan parah yang terjadi hampir setiap hari. Penyebab utama yang disebutkan para sopir dan pembeli adalah banyaknya pedagang yang berjualan di luar area pasar, sehingga separuh badan jalan tertutup dan arus lalu lintas lumpuh. Rabu, (5/08/2026).

“Sopir Eko” yang berbicara kepada media ini menyatakan, “Pedagang dibiarkan berjualan di luar pasar walau pemerintah sudah menyiapkan tempat di dalam. Seharusnya kalau tegas, mereka jualan di dalam pasar. Tapi karena ada uang, mereka dibiarkan berjualan di luar.” Keluhan serupa datang dari sejumlah sopir kontainer yang mengalami keterlambatan bongkar muat kalau setiap hari pasar Pulubala.

banner 325x300

Kondisi ini bukan sekadar mengganggu kenyamanan – para sopir memperingatkan risiko keselamatan publik. “Kalau ada ambulans membawa pasien, bisa-bisa pasien meninggal dulu baru sampai rumah sakit,” kata seorang sopir kontainer.

Diduga ada kolusi
Sumber di lapangan menduga keras adanya kolusi antara pengelola atau mandor pasar dengan oknum pihak terkait. “Seolah-olah mereka tutup mata. Bila tidak ada pelindung atau kerja sama, tak mungkin pedagang bisa bebas menempati badan jalan setiap hari,” ujar Daeng sopir dari Parepare.

memisahkan sorotan khusus karena menurut pantauan di lapangan hanya Petugas dari Polsek Pulubala mengatur pengendara yang mengalami kemacetan sedangkan dari institusi pengawas lalu lintas dan ketertiban publik diduga tidak menjalankan tugasnya:
● Satpol-PP: Tidak terlihat penertiban pedagang yang berjualan di badan jalan.
● Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo: Tidak melakukan pengaturan arus atau penegakan sehingga kemacetan terus berulang.

Seperti pantauan, yang terlihat pengaturan saat jam-jam padat dari pihak anggota Polsek Pulubala dan sering dibantu tukang parkir.

Selain itu Disperindag Kabupaten Gorontalo yang seharusnya mengawasi lokasi dan perizinan pasar juga disebut-sebut menutup mata. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Satpol-PP, Dinas Perhubungan maupun Disprindak Kabupaten Gorontalo.

Dampak ekonomi dan keselamatan
Kemacetan yang terus berulang menghambat distribusi barang, menambah biaya logistik, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Pedagang di dalam pasar juga dirugikan karena calon pembeli terhalang macet atau memilih pembelian di tepi jalan yang lebih mudah diakses.

Warga menuntut penertiban di kemudian hari untuk pemindahan pedagang yang berjualan di luar ke lokasi dalam pasar, penegakan hukum terhadap pengelola yang membiarkan pedagang di luar pasar serta tindakan tegas dari Satpol-PP, Dinas Perhubungan agar jalan trans sulawesi dan jalan masuk pasar benar-benar lancar.

Satpol-PP, Dinas Perhubungan dan Disprindak Kabupaten Gorontalo telah dilakukan. Namun hingga berita ini terbit, tidak ada satupun yang memberi keterangan resmi. Media ini akan memperbarui laporan jika ada tanggapan.

( Idrak. Kontak WhatsApp:085322615496 )

 

banner 325x300
error: Content is protected !!