TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan – Sistem kelistrikan interkoneksi Batam-Bintan mengalami pemadaman total (blackout) mendadak pada Senin 12 Oktober 2026 sejak pukul 06.37 WIB. Pemadaman skala besar yang berlangsung hingga lebih dari 12 jam ini memicu kelumpuhan aktivitas publik dan melumpuhkan roda perekonomian di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Tak hanya memadamkan penerangan, blackout ini membawa dampak domino terhadap fasilitas vital lain, seperti matinya pasokan air bersih PDAM hingga terputusnya jaringan internet.
Tokoh Masyarakat Tanjungpinang Ancam “Angkat Bendera Perang”
Merespons krisis ini, Tokoh Masyarakat Tanjungpinang, Andi Cori Patahuddin, melayangkan kritik keras terhadap buruknya manajemen PLN serta lambatnya respons pemerintah daerah.
“Pemadaman dari jam 06.30 sampai lewat jam 18.00 WIB ini sangat parah. Tidak ada satu pun kepala daerah yang berani berkomentar untuk menenangkan masyarakat. Tidak ada jawaban pasti dari pemerintah maupun PLN,” tegas Andi Cori dengan nada geram, pada Senin 12 Oktober 2026.
Andi Cori menegaskan, masyarakat tidak mau tahu soal kendala teknis, pasokan batu bara, maupun isu internal lainnya. Menurutnya, negara wajib menjamin ketersediaan listrik dan air sebagai kebutuhan mendasar rakyat.
Dia juga menyoroti PLN Tanjungpinang yang dinilai tidak mengoptimalkan daya cadangan mandiri, seperti PLTD Suka Berenang dan PLTD KM 14, untuk menyokong kebutuhan lokal saat interkoneksi bermasalah.
Sebagai bentuk desakan, Andi Cori memberikan ultimatum 2×24 jam kepada PLN dan pemerintah pusat agar masalah kelistrikan di Kepri segera dituntaskan.
“Jangan pancing rakyat untuk bertindak anarkis. Jika dalam 2×24 jam tidak tuntas, jangan salahkan jika rakyat bergerak dan mengambil tindakan sendiri untuk memberi pelajaran hingga ke Jakarta,” lanjutnya menegaskan.
Penjelasan PLN Batam: Ulah Hewan Liar di Gardu Induk
Di sisi lain, manajemen PLN Batam menyampaikan laporan resmi terkait penyebab pemadaman meluas tersebut. Berdasarkan penelusuran awal, gangguan teknis diduga kuat dipicu oleh faktor eksternal di fasilitas vital.
• Penyebab Utama: Masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan pada pukul 06.37 WIB, yang memicu gangguan fatal pada sistem interkoneksi Batam-Bintan.
4 Langkah Darurat Penanganan PLN Batam
Untuk menanggulangi dampak blackout, pihak PLN Batam menempuh serangkaian upaya penanganan cepat:
1. Prioritas Fasilitas Vital: Memprioritaskan pemulihan aliran listrik pada objek vital publik, meliputi rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan fasilitas strategis lainnya.
2. Pemeriksaan Lapangan: Mengerahkan tim Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) langsung ke lokasi pelanggan untuk mengecek kesiapan genset cadangan.
3. Investigasi Hukum: Berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan stakeholder terkait untuk menginvestigasi penyebab pasti gangguan secara transparan.
4. Informasi Berkala: Menyampaikan pembaruan proses pemulihan secara terbuka melalui siaran pers dan kanal media sosial resmi PLN Batam.
Hingga pukul 19.00 WIB, PLN Batam mengonfirmasi bahwa 8 dari 11 gardu induk telah berhasil dioperasikan kembali dengan daya tersalurkan mencapai 229 MW. Proses pemulihan secara bertahap terus dilakukan hingga pasokan listrik di wilayah Batam-Bintan pulih 100 persen.
Editor: Budi Adriansyah

















