Jakarta, 14 Oktober 2025 —
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Fasilitas ini diproyeksikan menampung lebih dari 112 ribu siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dari keluarga miskin ekstrem.
Menteri PUPR Dody Hanggodo menyatakan bahwa kementeriannya memastikan pembangunan infrastruktur dasar sekolah meliputi gedung kelas, asrama, sanitasi, hingga fasilitas penunjang pembelajaran lainnya. Hal ini dilakukan agar anak-anak dari wilayah tertinggal dan keluarga prasejahtera dapat mengakses pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Kami memastikan bahwa infrastruktur pendukung belajar dibangun secara menyeluruh dan layak huni. Ini bagian dari keadilan sosial, memastikan setiap anak Indonesia punya kesempatan belajar yang sama,” tegas Menteri Dody.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari inisiatif #PU608 yang dijalankan Kementerian PUPR, sejalan dengan visi besar ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto — untuk mencerdaskan anak bangsa dan membangun masa depan yang lebih adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pembangunan Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari gerakan nasional “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak”, yang menandai tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Melalui Sekolah Rakyat, kita membuka jalan agar tidak ada anak yang tertinggal hanya karena faktor geografis atau ekonomi,” tutup Dody.
Editor ; Boni Atolan

















