banner 728x250

Nama Penerima Bansos Diduga Tak Pernah Berubah, Warga Gorontalo Pertanyakan Data Pusat

banner 120x600
banner 468x60

Nama Penerima Bansos Diduga Tak Pernah Berubah, Warga Gorontalo Pertanyakan Data Pusat

Polemik penyaluran bantuan sosial nelum lama ini kembali mencuat di wilayah Indonesia Timur, khususnya Provinsi Gorontalo. Sejumlah warga menyoroti daftar penerima bantuan yang dinilai tidak berubah dari waktu ke waktu, bahkan hampir serupa di banyak desa dan kelurahan, sementara warga yang benar-benar memenuhi syarat justru tidak tercantum dalam daftar penerima. Rabu, (22/07/2026).

banner 325x300

Keluhan ini menguat ketika pemerintah desa dan kelurahan kerap menyatakan bahwa nama penerima “tidak keluar dari pusat”, sehingga mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengubah daftar tersebut. Kondisi itu memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat “jika data pusat menjadi penentu utama, lalu di mana letak verifikasi lapangan dan pembaruan data warga yang paling membutuhkan ?”

Berita ini hingga naik Online, Temuan pengawasan sebelumnya di Gorontalo juga menunjukkan adanya persoalan ketidakmerataan penyaluran bantuan pangan dan selisih antara data penerima dengan jumlah warga kurang mampu di lapangan. Dalam laporan tersebut, Ombudsman RI menyoroti adanya warga yang belum tersentuh bantuan meski secara kondisi sosial dianggap layak menerima.

Di sisi lain, Kemensos menyediakan kanal resmi untuk pengecekan dan pengusulan bansos melalui aplikasi Cek Bansos, termasuk mekanisme sanggah bagi warga yang menilai penerima tidak tepat sasaran. Namun, di lapangan, mekanisme itu dinilai belum sepenuhnya menjawab keluhan masyarakat yang merasa tertinggal dalam daftar bantuan dari tahun ke tahun.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan menjadi rutinitas tahunan. Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa diminta duduk bersama membuka data penerima secara transparan, melakukan pembaruan berkala, dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan.

“Jika tidak segera dibenahi, dugaan ketidakadilan distribusi bansos dikhawatirkan akan terus memicu kecemburuan sosial, menurunkan kepercayaan publik, dan memperkuat anggapan bahwa bantuan sosial hanya berputar pada nama-nama tertentu,”

( Idrak Dk. Amiri )
Telp/WhatsApp : 0854 2261 5496

banner 325x300
error: Content is protected !!