Malaka –
Ikatan Mahasiswa Dawan “R” (IMADAR) Kefamenanu menggelar kegiatan pelepasan anggota baru dari sekretariat organisasi menuju lokasi pelaksanaan Masa Penerimaan dan Bimbingan Anggota Baru (MPBAB) di Desa Meotroi pada Kamis 22/10/2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para calon anggota untuk memasuki proses pembinaan, pengenalan nilai-nilai organisasi, serta penanaman semangat perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.
Pelepasan tersebut bukan sekadar keberangkatan menuju lokasi kegiatan. Lebih dari itu, momen ini menjadi simbol dimulainya perjalanan kaderisasi, sebuah proses yang diharapkan mampu membentuk generasi muda Dawan yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki tanggung jawab terhadap masa depan organisasi serta masyarakat.
MPBAB merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan IMADAR Kefamenanu. Melalui proses ini, anggota baru diharapkan tidak hanya mengenal sejarah, visi, misi, dan struktur organisasi, tetapi juga memahami arti kebersamaan, solidaritas, loyalitas, serta tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar IMADAR.
Ketua Umum IMADAR Kefamenanu, Marlianus Jeriyanto Manek, atau yang akrab di sapa Jery Manek, dalam pernyataannya menegaskan bahwa proses penerimaan dan pembinaan anggota baru harus dimaknai sebagai fondasi awal dalam membentuk kader yang siap bertumbuh, belajar, dan berjuang bersama organisasi.
“Pelepasan ini bukan sekadar mengantar anggota baru menuju tempat kegiatan, tetapi menjadi tanda dimulainya sebuah proses perjuangan. Saya berharap seluruh peserta mengikuti MPBAB dengan hati yang terbuka, semangat yang tinggi, disiplin, serta kemauan untuk belajar. Jangan datang hanya untuk memenuhi kehadiran, tetapi datanglah untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi kader yang bertanggung jawab,” tegas Jery Manek.
Menurutnya, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya memiliki banyak anggota, tetapi membutuhkan kader-kader yang mampu menjaga nilai perjuangan, berpikir kritis, bekerja secara kolektif, serta hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa loyalitas terhadap organisasi tidak boleh berhenti pada slogan atau kata-kata semata. Loyalitas harus dibuktikan melalui sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, kesediaan bekerja sama, dan komitmen untuk menjaga nama baik IMADAR di tengah kehidupan bermasyarakat.
“IMADAR membutuhkan kader yang bukan hanya kuat dalam berbicara, tetapi juga mampu menunjukkan tindakan nyata. Kader yang berani berpikir, santun dalam bersikap, teguh dalam prinsip, serta peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Dari proses inilah kita berharap lahir generasi yang mampu melanjutkan perjuangan organisasi dengan semangat persatuan dan pengabdian,” lanjutnya.
MPBAB: Bukan Sekadar Kegiatan, Melainkan Proses Pembentukan Karakter
Pelaksanaan MPBAB di Desa Meotroi diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi anggota baru untuk mengenal lebih dekat identitas organisasi dan memahami bahwa menjadi bagian dari IMADAR berarti bersedia memikul tanggung jawab bersama.
Dalam proses kaderisasi, setiap peserta diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghargai, memperkuat persaudaraan, membangun keberanian menyampaikan gagasan, serta mengembangkan kepekaan terhadap persoalan sosial, pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan masyarakat Dawan.
Bagi IMADAR Kefamenanu, kaderisasi bukan sekadar agenda rutin organisasi. Kaderisasi merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan bahwa roda organisasi terus bergerak, nilai-nilai perjuangan tetap hidup, dan estafet kepemimpinan dapat dilanjutkan oleh generasi yang memiliki kapasitas serta integritas.
Karena itu, keberhasilan MPBAB tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari perubahan sikap, pemahaman, kedisiplinan, dan komitmen para peserta setelah melewati seluruh rangkaian proses.
Ketua Umum Berharap Lahir Kader yang Tangguh, Adaptif, dan Loyal
Ketua Umum IMADAR Kefamenanu, Marlianus Jeriyanto Manek, atau yang akrab disapa Jery Manek, berharap seluruh anggota baru dapat mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan dan kebersamaan, menghormati panitia serta pemateri, dan menjadikan setiap pengalaman selama MPBAB sebagai bekal untuk bertumbuh.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan perbedaan latar belakang, pemikiran, dan karakter sebagai kekuatan dalam membangun persatuan, bukan sebagai alasan untuk menciptakan perpecahan.
“Harapan saya, setelah mengikuti MPBAB, anggota baru tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga membawa pulang kesadaran baru tentang arti organisasi, persaudaraan, dan pengabdian. Jadilah kader yang tangguh menghadapi tantangan, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan loyal terhadap nilai-nilai perjuangan IMADAR. Ingat, masa depan organisasi ini tidak hanya ditentukan oleh pengurus hari ini, tetapi juga oleh kualitas kader yang kita bentuk bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa IMADAR Kefamenanu harus terus menjadi ruang pertumbuhan intelektual, pembentukan karakter, dan penguatan solidaritas mahasiswa Dawan “R”, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu mengambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.
Dari Sekretariat Menuju Meotroi, Dari Kaderisasi Menuju Pengabdian
Keberangkatan anggota baru dari sekretariat menuju Desa Meotroi menjadi penanda dimulainya sebuah perjalanan pembelajaran. Perjalanan yang tidak hanya berbicara tentang keanggotaan, tetapi juga tentang kesediaan untuk ditempa, belajar dari pengalaman, dan mengambil bagian dalam perjuangan kolektif.
Di balik setiap tahapan MPBAB, tersimpan harapan agar para peserta tumbuh menjadi kader yang mampu menjaga kehormatan organisasi, menghidupkan semangat persaudaraan, dan menerjemahkan nilai-nilai perjuangan ke dalam tindakan nyata.
Dengan semangat “Fetof Naof Ansaof Mese Nok Nekaf Mese”, IMADAR Kefamenanu diharapkan terus memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun organisasi yang progresif, berintegritas, serta berakar pada nilai-nilai budaya dan kehidupan masyarakat Dawan “R”.
MPBAB bukanlah garis akhir untuk memperoleh status sebagai anggota, melainkan titik awal untuk belajar, bertumbuh, dan mengabdi. Sebab, kader yang berkualitas tidak lahir hanya dari sebuah seremoni, tetapi dibentuk melalui proses, ditempa oleh tantangan, dan dibuktikan melalui pengabdian.
IMADAR Kefamenanu — Satukan Perjuangan, Kobarkan Semangat demi Kemajuan Bumi Dawan “R”.
Editor: Jery Manek

















