banner 728x250

Sangat Terkamuflase, Jenderal Suyudi Desak Larang Total Vape

Modus Baru Ekstrak Narkoba Jadi Liquid Beraroma Buah Buat BNN hingga Polri Kesulitan Bedakan Cairan Berbahaya Secara Kasatmata

banner 120x600
banner 468x60

MEDAN, Radar Perbatasan.com – Pergeseran modus peredaran narkotika jaringan internasional kian mengancam Indonesia. Rokok elektrik atau vape kini disinyalir menjadi “pintu masuk” paling ampuh bagi penyelundupan narkotika sintetis berbasis cairan (liquid).

Melihat besarnya ancaman tersebut, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto merekomendasikan langkah ekstrem: pelarangan total perangkat vape dan isiannya (vape refill/Vape) di Indonesia.

banner 325x300

Hal tersebut disampaikan Suyudi saat konferensi pers pengungkapan kasus 1,16 ton narkoba di Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara, yang disiarkan langsung melalui Breaking News Metro TV, pada Jumat 23 Oktober 2026.

Pergeseran Tren: Dari Padat ke Cair

Suyudi menegaskan bahwa evolusi peredaran gelap narkotika dunia telah mengalami pergeseran masif, yakni dari wujud padat seperti kristal sabu atau ganja kering menjadi wujud cairan yang sangat mudah diseludupkan melalui cartridge vape.

“Vape adalah salah satu pintu masuk narkotika. Kita tahu evolusi perubahan narkotika dunia, termasuk Indonesia, bergeser dari bentuk padat menjadi cair. Dan pintu masuk utamanya adalah Vape,” tegas Suyudi.

Dia menambahkan, usulan tegas mengenai pelarangan total ini sebenarnya telah dia serukan secara langsung di hadapan para wakil rakyat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI pada Mei lalu.

“Makanya saya, dikala rapat dengar pendapat di DPR RI Mei lalu, sudah menyampaikan dengan tegas merekomendasikan untuk melarang total Vape,” lanjutnya.

Terselubung Canggih, BNN dan Polri Tak Bisa Bedakan

Alasan utama di balik desakan pelarangan total ini adalah tingkat kamuflase cairan narkotika yang luar biasa canggih. Menurut Suyudi, secara fisik atau kasatmata, sangat mustahil membedakan mana cairan kimiawi biasa untuk aroma vape dan mana cairan yang sudah disusupi senyawa narkotika.

Bahkan, aparat penegak hukum kelas wahid seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga jajaran Kepolisian RI pun tidak bisa mengidentifikasinya secara langsung tanpa uji laboratorium yang memakan waktu.

“Isi ulang atau isi cartridge di dalam vape itu tidak bisa kita bedakan. Sangat tersamar, sangat terkamuflase. Wujudnya cair, antara kimiawi biasa dengan kimia narkotik itu tidak bisa dibedakan. BNN sekalipun, Polri, secara kasatmata tidak bisa membedakan,” jelas Suyudi.

Ganja Ekstrak Beraroma Buah-buahan

Modus ini kian mengerikan lantaran sindikat penyelundup memanfaatkan teknologi ekstraksi mutakhir. Ciri khas narkotika seperti ganja, yang selama ini mudah dikenali dari aromanya yang menyengat, kini bisa dimanipulasi sepenuhnya.

Para penyelundup berhasil mengekstrak ganja menjadi cairan beraroma manis seperti buah-buahan, sehingga sangat mudah mengelabui petugas maupun masyarakat umum.

“Apalagi itu dikemas dengan wangi-wangian, buah-buahan. Sehingga ganja sekalipun, yang mungkin kita tahu wanginya sangat khas, berhasil diekstrak oleh kelompok penyelundup sehingga akhirnya rasanya bisa seperti buah-buahan,” pungkasnya.

Editor: Budi Adriansyah

 

 

banner 325x300
error: Content is protected !!