banner 728x250

33 Gerai KDMP di Malaka Tuntas 100 Persen, Puluhan Lokasi Lain Masih Berprogres

banner 120x600
banner 468x60

MALAKA,— Pembangunan fisik gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Malaka menunjukkan progres yang belum merata. Laporan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Malaka per 15 Oktober 2026 mencatat 33 lokasi telah mencapai progres fisik 100 persen, sementara lokasi lainnya masih berada pada tahapan penyelesaian dengan capaian yang bervariasi, bahkan sejumlah lokasi tercatat belum menunjukkan progres pembangunan.

Data tersebut memperlihatkan dua kondisi yang berjalan bersamaan: sejumlah desa telah menuntaskan pembangunan fisik gerai, sedangkan pekerjaan di lokasi lain masih perlu dilanjutkan. Karena itu, capaian 100 persen pada 33 lokasi perlu dibaca sebagai progres pembangunan fisik, bukan otomatis berarti seluruh gerai telah beroperasi.

banner 325x300

33 Desa dengan Progres Fisik 100 Persen

Berdasarkan laporan progres pembangunan fisik gerai KDMP per 15 Oktober 2026, berikut 33 desa yang tercatat mencapai 100 persen, disusun menurut kecamatan agar mudah dibaca.

1. Kecamatan Kobalima

– Desa Babulu.

2. Kecamatan Laenmanen

– Desa Kapitan Meo.
– Desa Tesa.
– Desa Tniumanu.
– Desa Uabau.

3. Kecamatan Malaka Barat

– Desa Besikama.
– Desa Motaain.
– Desa Raimataus.
– Desa Umalor.
– Desa Rabasahain.
– Desa Rabasa Haerain.
– Desa Umatoos.

4. Kecamatan Malaka Tengah

– Desa Bakiruk.
– Desa Barada.
– Desa Bereliku.
– Desa Fahiluka.
– Desa Suai.
– Desa Harekakae.

5. Kecamatan Malaka Timur

– Desa Dirma.
– Desa Kusa.
– Desa Numponi.
– Desa Raiulun.
– Desa Wemeda.

6. Kecamatan Rinhat

– Desa Naet.
– Desa Niti.

7. Kecamatan Weliman

– Desa Angkaes.
– Desa Haitimuk.
– Desa Kleseleon.
– Desa Lamudur.
– Desa Umalawain.
– Desa Wederok.
– Desa Wesey.

8. Kecamatan Sasitamean

– Desa Fatuaruin.

Dengan demikian, daftar tersebut mencakup 33 desa di delapan kecamatan. Status 100 persen merujuk pada kolom progres pembangunan fisik dalam laporan, bukan konfirmasi bahwa gerai sudah beroperasi atau seluruh fasilitas pendukungnya telah siap digunakan.

Lokasi Lain Masih Berprogres

Di luar 33 lokasi yang telah mencapai 100 persen, laporan yang sama mencatat sejumlah lokasi dengan progres di bawah 100 persen. Capaian pembangunan tersebut bervariasi, mulai dari lokasi yang sudah mendekati penyelesaian hingga lokasi yang progresnya masih rendah.

Desa Raisamane di Kecamatan Rinhat tercatat mencapai 99,66 persen. Berikutnya, Desa Rainawe di Kecamatan Kobalima mencapai 94,73 persen. Di Kecamatan Wewiku, Desa Weseben tercatat 89,29 persen dan Desa Weoe 88,79 persen.

Sementara itu, sejumlah lokasi lainnya masih berada di bawah 80 persen. Di antaranya Desa Umutnana di Kecamatan Sasitamean dengan progres 77,81 persen, Desa Rabasa di Kecamatan Malaka Barat 77,80 persen, Desa Bonetasea di Kecamatan Weliman 77,74 persen, serta Desa Umanen Lawalu di Kecamatan Malaka Tengah 74,99 persen.

Pada kelompok lokasi dengan progres lebih rendah, laporan mencatat Desa Takarai di Kecamatan Botin Leobele mencapai 49,31 persen, Desa Oenaek di Kecamatan Laenmanen 47,84 persen, serta Desa Wekeke di Kecamatan Rinhat 33,63 persen.

Sejumlah Lokasi Tercatat Belum Berprogres

Laporan per 15 Oktober 2026 juga mencantumkan sejumlah lokasi dengan progres fisik 0 persen. Lokasi tersebut antara lain Desa Oanmane dan Desa Sikun di Kecamatan Malaka Barat, Desa Fatoin di Kecamatan Io Kufeu, Desa Lasaen, Maktihan dan Naas di Kecamatan Malaka Barat, Desa Wehali di Kecamatan Malaka Tengah, serta Desa Lotas di Kecamatan Rinhat.

Pada kolom keterangan, laporan mencatat beberapa kendala terkait lahan. Untuk Desa Maktihan, disebutkan persoalan lahan; Desa Naas tercatat mengalami kegagalan pembelian lahan; Desa Wehali menggunakan lokasi KUD lama sambil menunggu kejelasan tahap II; sedangkan Desa Lotas masih menunggu penyerahan lahan.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa progres pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik, tetapi di beberapa lokasi juga dipengaruhi persoalan kesiapan atau status lahan. Penanganan kendala perlu merujuk pada kondisi masing-masing lokasi sebagaimana tercantum dalam laporan.

Progres Fisik Perlu Diikuti Penyelesaian dan Pemanfaatan

Capaian 33 gerai dengan progres fisik 100 persen menjadi bagian penting dari perkembangan pembangunan KDMP di Kabupaten Malaka. Namun, laporan yang sama memperlihatkan pekerjaan di lokasi lain masih berlangsung dengan tingkat kemajuan yang berbeda-beda.

Karena itu, pembacaan progres perlu membedakan antara pembangunan fisik yang selesai, pekerjaan yang masih berjalan, dan lokasi yang belum memulai pembangunan. Ketiganya membutuhkan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing.

Laporan progres fisik ini menjadi gambaran kondisi pembangunan hingga 15 Oktober 2026. Untuk memastikan kesiapan operasional, masih diperlukan informasi tersendiri mengenai penyelesaian fasilitas pendukung, pengelolaan koperasi, serta waktu mulai beroperasinya masing-masing gerai.

 

Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!