Indeks

Penantian Bertahun-tahun Berakhir, Tiang Listrik Mulai Hadir di Tujuh Dusun Desa Naet, Kecamatan Rinhat: Fransiskus Borgias Klau Apresiasi Pemerintah Malaka

Malaka –

 

Penantian panjang masyarakat di tujuh dusun di Desa Naet, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, untuk menikmati penerangan listrik akhirnya mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Malaka telah menurunkan tiang listrik untuk mendukung perluasan jaringan listrik ke wilayah yang selama bertahun-tahun belum menikmati layanan kelistrikan tersebut.

Tujuh dusun yang kini mulai mendapat perhatian melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan itu meliputi Dusun Sein, Arak, Halibot, Leosmer, Sukabi Bot, Eno Has, dan Leo Foun. Kehadiran tiang-tiang listrik tersebut menjadi langkah penting dalam menjawab kerinduan masyarakat terhadap akses energi yang layak dan merata.

Bagi warga setempat, berdirinya tiang listrik bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, kehadirannya menjadi simbol harapan baru setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan dengan keterbatasan penerangan, sementara masyarakat di wilayah lain telah lebih dahulu menikmati aliran listrik.

Apresiasi dan rasa syukur disampaikan Fransiskus Borgias Klau, yang akrab disapa Okhy, sebagai salah satu perwakilan pemuda dari tujuh dusun tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malaka atas perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayahnya.

“Atas nama masyarakat dari tujuh dusun di Desa Naet, yakni Sein, Arak, Halibot, Leosmer, Sukabi Bot, Eno Has, dan Leo Foun, kami menyampaikan limpah terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malaka. Setelah bertahun-tahun menanti, akhirnya kami bisa melihat tiang listrik mulai berdiri di dusun kami,” ungkap Okhy.

Menurutnya, keterbatasan akses listrik selama ini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari. Anak-anak mengalami kesulitan ketika harus belajar setelah matahari terbenam, sementara para ibu menghadapi keterbatasan waktu untuk menganyam, menenun, dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

“Selama bertahun-tahun, ketika malam tiba, kami masih mengandalkan pelita dan lampu minyak tanah. Anak-anak kami kesulitan belajar pada malam hari, sedangkan mama-mama juga mengalami keterbatasan ketika harus menganyam dan menenun. Kehadiran tiang listrik ini membuat kami merasa bahwa wilayah kami juga mendapat perhatian dalam pembangunan Kabupaten Malaka,” tambahnya.

Kepala Desa Naet membenarkan bahwa usulan pembangunan jaringan listrik bagi tujuh dusun tersebut telah diperjuangkan selama bertahun-tahun melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam).

Pemerintah desa pun menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Malaka yang mulai merealisasikan pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.

Program perluasan jaringan listrik ini disebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses energi bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Rinhat, melalui kerja sama dengan PLN ULP Betun. Meski demikian, tahapan pembangunan selanjutnya tetap diperlukan agar jaringan listrik dapat tersambung hingga ke rumah-rumah warga.

Berdirinya tiang listrik di tujuh dusun Desa Naet menjadi momentum penting bagi masyarakat yang selama ini menantikan perubahan. Namun, warga menyadari bahwa pekerjaan tersebut belum sepenuhnya selesai. Setelah penurunan tiang, tahapan penarikan kabel, penyambungan jaringan, dan pemasangan3 sambungan listrik ke rumah-rumah masih menjadi harapan yang dinantikan.

Karena itu, Okhy berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat melanjutkan proses pembangunan hingga listrik benar-benar mengalir dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Bagi kami, ini bukan hanya soal tiang listrik, tetapi juga soal keadilan pembangunan. Kami berharap setelah tiang berdiri, proses penarikan kabel dan penyambungan listrik ke rumah-rumah warga segera dilanjutkan. Kami tidak ingin hanya melihat tiangnya, tetapi kami ingin listrik benar-benar menyala dan bisa dinikmati oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa masyarakat siap mendukung proses pembangunan melalui semangat gotong royong sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, agar perluasan jaringan listrik tersebut dapat berjalan dengan baik.

Bagi masyarakat tujuh dusun di Desa Naet, listrik memiliki arti penting bagi peningkatan kualitas hidup. Selain membantu anak-anak belajar pada malam hari, ketersediaan listrik juga diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi keluarga, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta membuka peluang bagi perkembangan pendidikan dan kehidupan sosial.

Pemerataan akses listrik merupakan bagian penting dari pembangunan yang berkeadilan. Masyarakat di wilayah pelosok memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan dasar dan menikmati hasil pembangunan, sebagaimana masyarakat di wilayah lainnya.

Kini, berdirinya tiang-tiang listrik tersebut menghadirkan optimisme baru bagi warga Dusun Sein, Arak, Halibot, Leosmer, Sukabi Bot, Eno Has, dan Leo Foun. Namun, harapan itu akan benar-benar terwujud ketika jaringan listrik telah tersambung dan penerangan dapat dinikmati di setiap rumah.

Atas nama masyarakat dari tujuh dusun, Fransiskus Borgias Klau alias Okhy kembali menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malaka sembari berharap agar proses pembangunan dilanjutkan hingga tuntas.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malaka atas perhatian dan langkah pembangunan yang telah dimulai. Kami berharap perjuangan ini tidak berhenti pada berdirinya tiang listrik, tetapi dilanjutkan sampai listrik benar-benar menyala di rumah-rumah warga. Bagi kami, terang bukan sekadar penerangan, melainkan harapan untuk kehidupan yang lebih baik dan pembangunan Malaka yang semakin merata,” tutup Okhy.

Tujuh dusun, satu harapan: listrik segera menyala, pembangunan semakin merata, dan masyarakat Desa Naet dapat menikmati masa depan yang lebih baik.

Editor: Jery Manek

error: Content is protected !!
Exit mobile version