LEBAK, 23 Oktober 2026.UTAMAPOS – Pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan di kawasan pesisir Pantai Citarate, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan setelah pihak pelaksana dikonfirmasi mengenai penggunaan material pasir, tanah urugan, serta bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk operasional alat berat.
Konfirmasi tersebut dilakukan untuk memperoleh kejelasan mengenai jenis dan sumber material yang digunakan, termasuk mekanisme pengadaan serta penggunaan BBM dalam pelaksanaan proyek. Namun, beberapa kali upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memperoleh jawaban yang menyeluruh atas seluruh pertanyaan yang diajukan.
Saat dikonfirmasi ulang melalui WhatsApp, pelaksana pembangunan bernama Lutfi akhirnya memberikan penjelasan singkat mengenai rencana penggunaan pasir untuk pekerjaan lantai dasar paving serta sumber pasir untuk pekerjaan lainnya.
Dalam pesan WhatsApp tersebut, Lutfi menyampaikan.
“Waalaikumsalam, iyaa pak nnti kita akan gunaakan pasir laut untuk lantai dasar paping. Untuk pasir pasang dan pasir cor, kita beli dari toko matrial.”
Lutfi juga menambahkan, “saya masih dampingi dari kementrian pak 🙏🏻.”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bahan klarifikasi terkait penggunaan material pada proyek pembangunan Kampung Nelayan di pesisir Pantai Citarate. Meski demikian, keterangan tersebut belum menjawab secara terperinci pertanyaan mengenai spesifikasi dan volume material, sumber tanah urugan, serta penggunaan BBM jenis solar untuk alat berat.
Penggunaan pasir laut untuk pekerjaan lantai dasar paving perlu dijelaskan lebih lanjut, terutama mengenai kesesuaian material dengan spesifikasi teknis dan dokumen perencanaan proyek. Begitu pula dengan pasir pasang, pasir cor, serta tanah urugan yang digunakan dalam pembangunan.
Kejelasan mengenai asal-usul material, mutu, volume, dan kesesuaiannya dengan dokumen kontrak penting untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan. Apabila terdapat persyaratan teknis atau perizinan tertentu terhadap material yang digunakan, hal tersebut juga perlu dipastikan oleh pihak yang berwenang.
Selain material, penggunaan BBM jenis solar untuk operasional alat berat turut menjadi bagian dari pertanyaan yang perlu dijawab. Informasi mengenai sumber BBM, mekanisme pengadaan, serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan terperinci dari Lutfi mengenai sejumlah pertanyaan tersebut. Kondisi ini bukan merupakan bukti adanya pelanggaran, tetapi menunjukkan masih perlunya penjelasan lebih lengkap dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.
Pembangunan Kampung Nelayan di kawasan pesisir merupakan kegiatan yang perlu mendapat pengawasan agar pelaksanaannya sesuai dengan spesifikasi teknis, ketentuan pengadaan, serta standar mutu pekerjaan yang ditetapkan.
Karena itu, instansi terkait, termasuk pihak kementerian yang mendampingi kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai spesifikasi material, sumber tanah urugan, serta mekanisme penggunaan BBM untuk alat berat.
Transparansi dalam pelaksanaan proyek menjadi bagian penting dari upaya menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran dan memastikan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan sesuai tujuan.
UtamaPos akan terus membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak pelaksana maupun instansi terkait guna memperoleh informasi yang lengkap, berimbang, dan sesuai fakta di lapangangan.
Hkz/Tri

















