banner 728x250

Nilai Ekonomi Besar, Pasar Pakan dan Ekspor Sapi Malaka Tersandera Logistik

banner 120x600
banner 468x60

BETUN, Kabupaten Malaka – Sektor peternakan Kabupaten Malaka menyimpan nilai ekonomi yang luar biasa, namun terhambat oleh rantai distribusi yang panjang dan tidak efisien. Analisis Dinas Peternakan setempat menunjukkan, transaksi pakan ternak pabrik untuk babi dan ayam bisa mencapai Rp 5,6 miliar per tahun, sementara ekspor sapi antar pulau bernilai fantastis antara Rp 58,5 miliar hingga Rp 93,6 miliar per tahun.

“Angka ini bukan proyeksi, tapi realitas perdagangan yang terjadi. Sayangnya, nilai bersih yang sampai ke peternak kita sangat rendah,” tegas Metilde Seran, Plh. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka, dalam analisisnya.

banner 325x300

Menurutnya, dua isu utama menjadi biang kerok. Pertama, untuk pakan, tingginya biaya logistik impor dari luar pulau membebani harga pokok. Kedua, untuk ekspor sapi, jalur distribusi yang panjang menyebabkan penyusutan bobot badan ternak secara signifikan selama perjalanan.

“Bayangkan, sapi dengan bobot awal rata-rata 300 kg per ekor bisa menyusut bobotnya. Itu kerugian langsung bagi peternak. Selain itu, panjangnya jalur distribusi juga memungkinkan adanya banyak ‘mata rantai’ pedagang pengumpul yang mengambil margin, sehingga peternak di ujung tombak hanya mendapat porsi kecil dari nilai miliaran rupiah itu,” papar Seran.

Ia menegaskan, untuk mengakali masalah ini, keberadaan dan pengelolaan Pelabuhan Laut yang efisien menjadi solusi krusial. Pelabuhan yang baik dapat memangkas biaya logistik pakan dan obat-obatan, serta mempersingkat waktu pengiriman ternak hidup, sehingga menjaga kualitas dan nilai jualnya.

“Infrastruktur transportasi laut yang efektif adalah kunci untuk menciptakan rantai pasok yang pendek, stabil, dan menguntungkan langsung bagi peternak Malaka,” pungkasnya.

 

Editor : Boni Atolan

 

banner 325x300
error: Content is protected !!