Malaka –
Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan kondusif. Pesan tersebut menjadi penekanan Kapolsek Sasitamean, Ipda Robertus Inosensius Tas’au, saat mengikuti kegiatan Misa Minggu Kasih di Paroki Santo Lukas Wekfau, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kepolisian, tokoh agama, dan umat sekaligus meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Sasitamean menyampaikan pesan Kamtibmas dengan menyoroti peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter serta perilaku setiap anggota masyarakat.
Menurutnya, keluarga yang mampu menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, toleransi, dan kepatuhan terhadap hukum akan menjadi fondasi penting dalam mencegah berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Kapolsek Sasitamean menekankan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban tidak semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Peran aktif keluarga dan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran hukum maupun gangguan Kamtibmas.
Karena itu, orang tua diharapkan memberikan perhatian terhadap perkembangan anak, mengawasi pergaulan, serta membimbing aktivitas mereka agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif.
Pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, dan berbagai tindak kriminal lainnya perlu dimulai dari lingkungan keluarga melalui pendidikan karakter, komunikasi yang baik, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga juga diharapkan mampu membangun kebiasaan saling menghormati, menyelesaikan persoalan secara bijaksana, dan menanamkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kedamaian bersama.
Selain menyoroti pendidikan karakter dalam keluarga, Kapolsek Sasitamean turut mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak di tengah perkembangan teknologi digital.
Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks, serta menghindari unggahan yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan konflik di tengah masyarakat.
Kesadaran digital perlu dibangun mulai dari rumah, sehingga anak-anak dan generasi muda mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab serta memahami konsekuensi dari setiap informasi yang dibagikan.
Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, berpartisipasi dalam kegiatan ronda atau sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, komunikasi dan kerja sama yang baik antara keluarga, masyarakat, tokoh agama, serta aparat keamanan merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan Misa Minggu Kasih tersebut dihadiri oleh Romo Michael Maumabe, Pr., Kapolsek Sasitamean Ipda Robertus Inosensius Tas’au, Bhabinkamtibmas Desa Tunabesi Bripka Adynto, Dewan Pastoral Paroki (DPP) Wekfau, tokoh agama, tokoh adat, para kepala sekolah, guru, siswa-siswi, serta umat Paroki Wekfau.
Kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan keagamaan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan persuasif.
Sinergi antara gereja, keluarga, masyarakat, dan kepolisian diharapkan tidak hanya terjalin dalam kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan, mencegah konflik, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak dan generasi muda.
Misa Minggu Kasih berakhir pada pukul 10.30 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, pesan yang hendak ditegaskan adalah bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari keluarga, diperkuat oleh masyarakat, dan diwujudkan melalui kerja sama seluruh elemen bangsa.
Dengan keluarga yang peduli, masyarakat yang aktif, dan aparat keamanan yang hadir di tengah warga, harapan untuk mewujudkan kehidupan yang damai, tertib, dan harmonis dapat terus diperkuat di wilayah Kabupaten Malaka.
Editor: Jery Manek
