Malaka –
Dusun Laran, Desa Wehali — Di tengah kesibukan sebagai ASN sekaligus Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka, Arnoldus Bria Taek bersama istrinya membuktikan bahwa membuka peluang usaha tanpa meninggalkan pekerjaan utama sangat mungkin dilakukan.
Sejak tahun 2015, pasangan ini memulai langkah berani membangun usaha kos-kosan di tanah milik keluarga mereka. Dari awal hanya 10 kamar ukuran 5×4 meter dengan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) dalam kamar, kini kos-kosan mereka telah berkembang menjadi 25 kamar, dengan 15 kamar yang sudah beroperasi sejak 2015 dan 10 kamar tambahan yang dibangun pada tahun 2025 dan langsung terisi.
“Dari pada membangun rumah yang butuh biaya perawatan besar, kami memilih membangun kos yang bisa ditempati sekaligus menghasilkan penghasilan tambahan,” ujar Arnoldus.
Inspirasi besar datang dari sosok Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, yang dikenal memilih membangun hotel sebagai investasi jangka panjang, alih-alih rumah mewah. “Bupati SBS membuktikan bahwa investasi di sektor jasa, khususnya perhotelan, bisa menjadi sumber ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Ini yang memotivasi saya untuk memanfaatkan lahan keluarga,” tambah Arnoldus.
Sebagai ASN yang waktu kerjanya padat, Arnoldus menyadari tidak mungkin menjalankan usaha lain yang membutuhkan kehadiran penuh. Usaha kos-kosan pun menjadi solusi tepat yang tidak mengganggu tugas utama di pemerintahan.
Keberhasilan usaha kos ini juga membantu menambah penghasilan keluarga, terutama dengan lima anak mereka, dua sudah berkeluarga, dua masih kuliah, dan satu masih bersekolah SMA. “Rencananya setelah pensiun nanti, usaha kos ini yang menjadi tumpuan utama ekonomi keluarga,” jelasnya.
Keberanian memulai usaha ini tidak lepas dari perjuangan awal, termasuk pinjaman modal dari Bank NTT untuk pembangunan kamar-kamar pertama. Arnoldus bahkan turun langsung sebagai mandor dan tukang agar proses pembangunan berjalan lancar.
“Animo masyarakat untuk kos cukup tinggi, terutama dari pegawai Pemda Malaka yang butuh tempat tinggal sementara,” katanya.
Saat ini, tinggal kurang dari dua tahun lagi Arnoldus akan memasuki masa pensiun. Fokusnya pun mulai bergeser untuk mengembangkan usaha kos-kosan agar bisa memberi manfaat maksimal bagi keluarga dan menjadi inspirasi bagi ASN lainnya.
“Kami ingin ASN lain juga mulai melihat peluang bisnis yang bisa dilakukan tanpa meninggalkan pekerjaan utama. Investasi di usaha jasa seperti kos-kosan ini sangat menjanjikan untuk masa depan,” tutup Arnoldus.***
Editor : Boni Atolan
