Malaka –
Dua pemuda asal Desa Raisamane mengalami penganiayaan brutal hingga babak belur saat berada di arena perjudian di Desa Lotas, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, pada Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 15.30 WITA.
Peristiwa memalukan ini bermula ketika kedua korban diajak pamannya untuk mencari kakak mereka yang diduga berada di Desa Lotas. Setelah tiba, mereka menanyakan keberadaan kakak tersebut kepada warga setempat yang ternyata tidak mengetahuinya. Mereka kemudian diarahkan ke lokasi perjudian untuk mencari kakak korban.
Namun, saat berada di lokasi perjudian yang berbatasan antara Lotas – Malaka dan Timor Tengah Selatan (TTS), dua pemuda tersebut diserang secara brutal oleh sejumlah oknum pemuda dari Desa Lotas. Penganiayaan itu menyebabkan kedua korban mengalami luka-luka serius.
Keluarga korban yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkan insiden ini ke Polsek Amanatun Utara dengan nomor laporan LP/B/33/X/2025/SPKT/POLSEK AMANATUN UTARA/POLRES TIMOR TENGAH SELATAN/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR. Korban juga telah menjalani pemeriksaan medis (visum).
Keluarga korban menuntut agar pihak kepolisian dan pemerintah segera menindak tegas serta menutup praktik perjudian ilegal yang berlangsung di kawasan Lotas, Malaka – TTS. Mereka mendesak agar penanggung jawab dan pelaku perjudian di wilayah tersebut diusut secara tuntas dan diberikan sanksi hukum yang setimpal.
Kapolsek Amanatun Utara, IPDA Sadokh Loebaloe, membenarkan adanya laporan tersebut. “Kami sudah menerima laporan dan saat ini sedang melakukan pengecekan terkait lokasi kejadian yang menurut informasi berada di Lotas, Malaka. Kami akan koordinasikan lebih lanjut. Prinsipnya, kami menindaklanjuti laporan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/10/2025).
Kasus ini menjadi sorotan tajam mengingat maraknya praktik perjudian ilegal yang meresahkan masyarakat dan berpotensi memicu tindakan kekerasan seperti yang dialami korban.
Editor : Boni Atolan
