banner 728x250

Kerjasama Lintas Negara, Nelayan Anambas Selamat Usai Hanyut

Terombang-ambing Hingga Perairan Malaysia, Bachtiar Akhirnya Dipulangkan dan Berkumpul Bersama Keluarga

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Upaya penyelamatan lintas negara membuah hasil manis. Bachtiar (61), seorang nelayan asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, yang sempat dinyatakan hilang saat melaut, berhasil ditemukan dan dipulangkan ke Tanah Air dalam kondisi selamat.

Keberhasilan penyelamatan ini merupakan hasil sinergi dan koordinasi cepat antara otoritas Indonesia dan Malaysia.

banner 325x300

Kronologi Kejadian Singkat:
• Asal Korban: Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas.
• Penyebab: Kapal pompong 25 kaki kehabisan bahan bakar dan terseret arus.
• Lokasi Ditemukan: Perairan Pulau Tioman, Pahang, Malaysia pada Kamis 15 Oktober 2026.
• Waktu Pemulangan: Sabtu 17 Oktober 2026 setelah menjalani pemeriksaan medis.

Peristiwa menegangkan tersebut bermula saat Bachtiar pergi melaut seorang diri menggunakan kapal pompong miliknya sepanjang 25 kaki. Di tengah laut, kapalnya mengalami kehabisan bahan bakar hingga terombang-ambing dan hanyut melewati batas wilayah perairan Indonesia-Malaysia.

Setelah menerima laporan, Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan bergerak cepat mengerahkan Bot PERKASA 46 untuk mengevakuasi Bachtiar. Dia langsung dibawa ke Klinik Kesihatan Tekek di Malaysia untuk mendapatkan perawatan medis sebelum dipulangkan.

Apresiasi Pemprov Kepri dan Sinergi di Perbatasan

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus mengapresiasi tinggi seluruh tim yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada otoritas Malaysia, khususnya MRSC Kuantan, serta Konsulat Republik Indonesia yang telah merawat dan memfasilitasi warga kami. Apresiasi setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada seluruh tim SAR gabungan Indonesia,” ujar Ansar.

Menurut Ansar, insiden ini membuktikan betapa krusialnya solidaritas antarnegara dalam menjaga keselamatan warga di wilayah perbatasan yang sarat tantangan geografis.

Proses serah terima Bachtiar di tengah laut berjalan lancar berkat kolaborasi armada KM Sebatik milik Malaysia dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna milik Basarnas. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kepri, Doli Boniara, memastikan proses pengawalan dilakukan secara intensif hingga korban tiba di Tanah Air.

Imbauan Keselamatan untuk Nelayan

Menanggapi kejadian ini, Pemprov Kepri kembali mengingatkan para nelayan, terutama yang beraktivitas di zona perbatasan terluar, untuk selalu mengutamakan standar keselamatan pelayaran.

“Kami mengimbau para nelayan agar selalu melengkapi kapal dengan alat komunikasi dasar seperti radio, perangkat navigasi, serta peralatan keselamatan yang memadai sebelum berlayar. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kondisi darurat,” tegas Doli Boniara.

Saat ini, Bachtiar telah kembali ke rumahnya di Kepulauan Anambas dan berkumpul bersama keluarga tercinta dalam keadaan sehat walafiat.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ron
Sumber: BPPD Kepri

 

 

banner 325x300
error: Content is protected !!