NTT – Sebanyak 350 siswa kelas XII SMAN Harekakae di Kabupaten Malaka Provinsi NTT mengikuti simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan TKA secara nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2025. Simulasi ini digelar dalam beberapa sesi, dengan masing-masing sesi diikuti oleh 60 siswa, guna memberikan pengalaman langsung dalam penggunaan perangkat serta proses pengerjaan soal berbasis komputer.
Kepala Sekolah SMAN Harekakae, Robert Bria Tahuk, S.Pd, menjelaskan bahwa simulasi bertujuan agar siswa dapat mengenal perangkat, sarana dan prasarana pendukung, serta mekanisme ujian TKA secara menyeluruh. “Kami ingin memastikan para siswa tidak hanya memahami teknis pengerjaan soal menggunakan aplikasi komputer, tetapi juga mengenal wujud dan struktur soal yang akan mereka hadapi saat ujian nasional,” jelas Robert.
Pelaksanaan simulasi ini dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan resmi TKA 2025 yang diatur secara nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tes Kemampuan Akademik merupakan asesmen yang bertujuan mengukur kompetensi akademik siswa di jenjang SMA, dan menjadi salah satu indikator dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
Menurut Permendikbudristek Nomor 9 Tahun 2025, pelaksanaan TKA dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan berbasis komputer untuk menjamin transparansi dan efektivitas pelaksanaan ujian. Meski TKA bersifat sukarela dan tidak memengaruhi kelulusan siswa, hasil tes ini memberikan nilai tambah dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi, sehingga persiapan matang sangat diperlukan.
Simulasi di SMAN Harekakae dibagi dalam beberapa sesi untuk mengakomodasi jumlah peserta yang cukup banyak. Tiap sesi berlangsung dengan pengawasan ketat dan didampingi oleh guru serta operator laboratorium komputer sekolah. Dengan pendekatan ini, siswa dapat menghindari kendala teknis maupun kesalahan saat ujian sesungguhnya.
Pelaksanaan simulasi TKA ini juga menjadi momentum untuk menguji kesiapan sarana dan prasarana sekolah, terutama terkait ketersediaan komputer yang memadai, jaringan internet stabil, serta alur ujian yang tertib.
“Dengan mengikuti simulasi berulang kali, kami berharap siswa semakin percaya diri dan siap menghadapi TKA. Selain itu, simulasi ini membantu sekolah untuk mengevaluasi aspek teknis yang perlu diperbaiki sebelum tanggal 3 November,” tambah Robert.
Simulasi TKA jenjang SMA ini telah dimulai sejak awal Oktober 2025 dan akan terus dilaksanakan hingga mendekati tanggal pelaksanaan utama. Diharapkan, seluruh peserta dapat memperoleh pengalaman terbaik agar hasil ujian nanti maksimal.
Sebagai catatan, Kemendikbudristek menegaskan bahwa TKA bukanlah pengganti ujian nasional dan bersifat non-pemaksaan. Namun, dengan adanya simulasi dan persiapan yang matang, pelaksanaan TKA diharapkan dapat menjadi tolok ukur baru yang objektif dalam menilai kompetensi akademik siswa secara nasional.
Editor : Boni Atolan
