Maumere, Sikka. Radar Perbatasan. Com
Sebanyak sepuluh Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tergabung dalam Komunitas Belajar (Kombel) Kepala SMP Klaster 9 Sikka mengambil langkah progresif demi menyambut peserta didik baru.
Bertempat di Cafe Central Lokaria pada Kamis (2/6), mereka bersama para Ketua Panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan difasilitasi oleh Pengawas Pendamping, sukses menggelar Workshop Persiapan MPLS Ramah 2026.
Langkah cepat ini diambil untuk membedah dan mengimplementasikan regulasi terbaru, yakni Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026 dan Kepmendikdasmen No. 198 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Gerbang Pertama yang Aman, Nyaman, dan Bahagia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, S.Pt., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan persiapan matang yang dilakukan oleh pengawas, para kepala sekolah, dan panitia.
”MPLS adalah gerbang pertama bagi murid untuk merasa aman, nyaman, dan bahagia. Ini adalah ruang bagi sekolah untuk membantu murid mengenali potensi diri, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta mengoptimalkan peran orang tua dalam pendidikan anak,” ujar Patrisius dalam sambutannya.
Beliau juga menekankan pentingnya hari ketiga MPLS, di mana murid akan mengikuti serangkaian tes pemetaan melalui portal resmi yang disiapkan oleh Kemendikdasmen.
Kolaborasi Nyata Selama 8 Jam Pelajaran
Dalam workshop intensif berdurasi 8 Jam Pelajaran (JP) ini, para peserta tidak hanya berdiskusi, tetapi langsung berkarya.
Dipandu oleh Pengawas SMP Klaster 9, Ana Aprila, M.Pd., para kepala sekolah berhasil menyusun dua produk penting:
Modul Sosialisasi MPLS pada Orang Tua dan Kelas Parenting
Modul Pelaksanaan MPLS (memuat kegiatan harian, materi wajib, dan materi pilihan yang disesuaikan dengan karakteristik sekolah masing-masing).
Menjawab Tantangan MPLS yang berbeda
MPLS tahun ini membawa warna baru yang lebih holistik. Kepala SMPK Antonius Boganatar, Nikodemus Pedor, S.Pt., mengakui bahwa workshop ini sangat membantu sekolah untuk segera bergerak.
”MPLS kali ini agak berbeda karena memuat deteksi dini kesehatan serta identifikasi kondisi awal murid, seperti tes kemampuan sosial-emosional, kebiasaan belajar, hingga literasi dan numerasi,” ungkap Nikodemus.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia MPLS SMPN 46 Nangahale yang merasa beruntung karena mendapatkan simulasi langsung terkait perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan tes fleksibilitas fisik siswa.
Bergerak Cepat Menuju Hari Pertama Sekolah
Sebagai rencana tindak lanjut, Pengawas Sekolah, Ana Aprila, M.Pd., berharap setiap sekolah segera mengeksekusi jadwal pengimbasan modul kepada guru pemateri serta melakukan sosialisasi kepada orang tua. Sesuai dengan arahan Kemendikdasmen, seluruh kesiapan dan program MPLS ini wajib disosialisasikan kepada orang tua murid paling lambat 5 hari sebelum masa MPLS dimulai.
Melalui sinergi dan persiapan yang matang ini, Kombel Kepala SMP Klaster 9 Sikka siap mengantarkan generasi muda Sikka memasuki jenjang pendidikan baru dengan penuh semangat, optimisme, dan kebahagiaan.
Yuven Fernandez

















