Radar Perbatasan, Batam – Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN)/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan meninjau PT Atelier Solar Indonesia di Kawasan Industri Wiraraja, Kabil, Kota Batam, pada Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Febrian didampingi Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Luki Zaiman Prawira, Kepala Bapenda Kepri, Kepala Dinas PMPTSP Kepri, serta Kepala Dinas ESDM Kepri.
Kunjungan ini dimanfaatkan Wamen Febrian untuk menyerap langsung berbagai masukan dari pengelola Wiraraja Industrial Park terkait percepatan pengembangan kawasan industri tahap II di Galang dan Rempang, yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Usai mendengarkan paparan, Wamen Febrian menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mengawal penuh proyek tersebut agar tidak kehilangan momentum investasi.
“Setelah mendengar berbagai masukan yang sangat baik, kami mewakili pemerintah berkomitmen mendukung penuh percepatan pengembangan Wiraraja Industrial Park II di Galang dan Rempang. Proyek ini masih tersendat karena HGB yang belum terbit, dan kami ingin memastikan investasi senilai Rp441 triliun ini tidak hilang atau berpindah ke negara lain,” tegas Febrian.
Komitmen serupa juga disampaikan Pemerintah Provinsi Kepri. Pj Sekda Kepri Luki Zaiman Prawira menyebut Pemprov akan terus mendorong realisasi investasi tersebut meski terdapat keterbatasan kewenangan akibat PP Nomor 25 Tahun 2025.
“Walaupun kewenangan pemerintah provinsi agak terhalang, kami tetap akan membantu dan mendorong agar investasi ini bisa segera direalisasikan. Dampaknya sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja di Kepri,” ujar Luki.
Menurutnya, kehadiran kawasan industri berskala besar ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Kepri yang Makmur, Maju, dan Merata.
Sementara itu, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia sekaligus pemilik Wiraraja Industrial Park, Akhmad Ma’ruf Maulana, berharap dukungan konkret dari pemerintah pusat agar pengembangan kawasan industri di Galang dan Rempang bisa segera dimulai.
“Kami mendorong agar proyek ini bisa segera direalisasikan. Pada tahap awal saja, kawasan industri di Pulau Galang akan menyerap sekitar 55.375 tenaga kerja dan menghasilkan investasi kurang lebih Rp450 triliun,” jelas Akhmad.
Dia juga menambahkan, pengembangan kawasan industri berbasis FTZ ke FTZ berpotensi menekan bea impor ke Amerika Serikat hingga 0 persen, sehingga meningkatkan daya saing produk nasional.
Di akhir kunjungannya, Wamen Febrian menyempatkan diri berkeliling meninjau fasilitas PT Atelier Solar Indonesia, perusahaan yang memproduksi panel surya dan menjadi salah satu produk unggulan Wiraraja Group, yang telah banyak diekspor ke berbagai negara.
Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Im

















