banner 728x250

Wali Kota Tanjungpinang Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12

Pemkot Tanjungpinang pastikan relokasi berjalan transparan dengan fasilitas lebih lengkap serta biaya sewa yang jauh lebih terjangkau bagi UMKM

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang resmi memulai langkah strategis untuk menata ulang kawasan Taman Gurindam 12. Ratusan pedagang dan pelaku UMKM kini mulai berpindah ke lokasi baru di area Melayu Square, Anjung Cahaya, dan Tanah Merah, pada Senin 22 Juni 2026.

Proses penentuan lapak yang dilakukan melalui undian di aula Kantor Camat Tanjungpinang Barat berlangsung tertib. Langkah ini menjadi puncak dari dua kali rangkaian sosialisasi intensif yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, guna memastikan seluruh pedagang mendapatkan kepastian tempat usaha.

banner 325x300

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menegaskan bahwa Pemkot Tanjungpinang tidak hanya sekadar memindahkan pedagang. Pemerintah berkomitmen menjamin kenyamanan pelaku usaha di lokasi relokasi melalui penyediaan tenda standar, akses listrik, air bersih, layanan kebersihan, hingga sistem keamanan yang terjamin.

Biaya Lebih Murah, Pengelolaan Profesional

Salah satu kabar baik bagi para pelaku UMKM adalah efisiensi biaya operasional. Teguh menyebutkan, biaya layanan di tempat relokasi kini hanya dipatok sebesar Rp300 ribu per bulan. Angka ini lebih rendah dibandingkan biaya yang selama ini dikeluarkan pedagang secara mandiri, yang mencapai lebih dari Rp400 ribu.

“Alhamdulillah, pencabutan undian berjalan lancar dan sesuai kesepakatan saat sosialisasi. Pengelolaannya nanti dilakukan oleh BUMD, sehingga lebih tertata dan terjamin,” ujar Teguh, pada Senin 22 Juni 2026.

Tepis Isu Kurang Transparan

Menanggapi isu miring mengenai kurangnya komunikasi, Teguh dengan tegas membantahnya. Dia menekankan bahwa Wali Kota Lis Darmansyah selalu turun langsung menemui ratusan pedagang aktif tanpa perantara. Pendekatan dialogis ini dilakukan agar tidak ada disinformasi mengenai rencana penataan taman tersebut.

“Tidak melalui perantara atau perwakilan tertentu. Tujuannya agar pedagang mendengar langsung rencana penataan dan relokasi. Ratusan pedagang yang aktif di lokasi pembangunan mendengar langsung pemaparan Wali Kota dan menyatakan persetujuannya secara langsung,” tegas Teguh.

Target Selesai dalam Dua Hari

Saat ini, Pemkot Tanjungpinang tengah mengebut tahap pematangan lokasi. BUMD bersama OPD terkait ditargetkan menyelesaikan penempatan tenda dan utilitas pendukung di ketiga titik relokasi dalam waktu dua hari ke depan.

Relokasi ini diharapkan menjadi jalan tengah yang solutif. Di satu sisi, pengerjaan penataan Taman Gurindam 12 oleh Pemerintah Provinsi Kepri dapat berjalan tanpa hambatan. Di sisi lain, roda ekonomi pelaku UMKM tetap berputar.

“Kami menyadari pentingnya keberlanjutan ekonomi. Setelah penataan selesai nanti, pelaku UMKM tentu akan memiliki ruang yang lebih baik dan kapasitas yang meningkat untuk mengembangkan usahanya,” pungkas Teguh.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!