banner 728x250

Wabup Belu: Imam Baru Harus Menjadi Jembatan bagi Mereka yang Terpinggirkan

banner 120x600
banner 468x60

( Photo Wabup Belu, Bapak Vicente Hornai Gonsalves, S.T.) 

ATAMBUA — Enam imam baru SVD yang ditahbiskan di Biara St. Yoseph Nenuk, Kabupaten Belu, Kamis (1/10/2026), tidak hanya menerima tugas pelayanan altar, tetapi juga panggilan untuk hadir di tengah kehidupan masyarakat dengan segala persoalannya.

banner 325x300

Pesan itu mengemuka dalam peneguhan Wakil Bupati Belu,Bapak Vicente Hornai Gonsalves, S.T. pada perayaan tahbisan enam imam baru SVD di Nenuk. Mengangkat semangat tema tahbisan “Inilah Aku, Utuslah Aku”, Wakil Bupati menekankan pentingnya penyerahan diri, pelayanan, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Bagi Wakil Bupati, menjadi imam bukanlah soal mengejar jabatan atau kehormatan, melainkan sebuah bentuk penyerahan diri untuk melayani Tuhan dan umat.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat Belu yang membutuhkan kehadiran para pelayan Gereja bukan hanya dalam ruang-ruang liturgi, tetapi juga di tengah realitas sosial.

Gereja Dipanggil Membangun Manusia

Salah satu pesan penting Wakil Bupati adalah mengenai peran Gereja dalam pembangunan manusia.

“Gereja memiliki peranan penting tentang pembangunan manusia. Pembangunan hidup manusia yang beriman, berkarakter.”

Pesan tersebut menempatkan Gereja sebagai salah satu kekuatan penting dalam membentuk manusia yang memiliki iman sekaligus karakter.

Pemerintah memiliki tanggung jawab membangun berbagai infrastruktur publik. Namun pembangunan manusia, iman, karakter, kejujuran dan kepedulian sosial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Gereja dan para imam.

Karena itu, Wakil Bupati mengajak para imam baru untuk menjadi jembatan bagi mereka yang terpinggirkan di wilayah Kabupaten Belu.

Jembatan yang dimaksud bukan semata-mata infrastruktur fisik, melainkan kehadiran yang mampu menghubungkan masyarakat yang mengalami kesulitan dengan harapan, pendampingan dan pelayanan.

Dalam perspektif JPIC SVD, pesan tersebut dapat dibaca sebagai panggilan agar para imam baru memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk persoalan migrasi, kemiskinan, perdagangan orang, pendidikan kaum muda dan kelestarian lingkungan.

Imam Pembawa Berkat, Bukan Beban

Wakil Bupati juga menyampaikan harapan agar keenam imam baru menjadi pribadi yang setia dalam pelayanan dan membawa berkat bagi umat.

“Jadilah imam yang setia kepada Tuhan dan dalam pelayanan. Pembawa berkat bagi umat. Siap menyerahkan diri, setia dalam pelayanan, rendah hati, tanggap dan peduli dengan lingkungan sekitar.”

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan mengenai karakter pelayanan yang diharapkan hadir dalam diri para imam baru.

Kesetiaan berarti tetap teguh dalam panggilan dan pelayanan. Kerendahan hati menjadi dasar agar pelayanan tidak berubah menjadi pencarian kehormatan pribadi. Sementara sikap tanggap dan peduli menuntut para imam untuk peka terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Dalam konteks masyarakat perbatasan, kepekaan tersebut memiliki ruang yang luas. Berbagai persoalan sosial membutuhkan kehadiran bersama antara pemerintah, Gereja, masyarakat dan kelompok-kelompok kemanusiaan.

“Jadilah Jembatan, Jadilah Berkat”

P. Domi K. Dheo, SVD, dari JPIC SVD Timor, dalam refleksinya melihat pesan Wakil Bupati tersebut sebagai peneguhan terhadap makna perutusan keenam imam baru.

Menurutnya, para imam baru tidak dipanggil hanya untuk memperindah altar, tetapi menghadirkan kasih dan pelayanan Kristus di tengah masyarakat.

Perutusan tersebut semakin penting ketika Gereja berhadapan dengan masyarakat yang mengalami berbagai bentuk kerentanan—orang miskin, kaum migran, anak muda, kelompok yang terpinggirkan serta masyarakat yang terdampak persoalan lingkungan.

Karena itu, pesan tahbisan tidak berhenti pada perayaan satu hari.

Enam imam baru SVD kini memasuki medan pelayanan yang lebih luas. Mereka membawa panggilan untuk menjadi pelayan, pendamping dan pembawa harapan bagi umat di tempat mereka diutus.

“Pergilah, jadilah jembatan. Jadilah berkat.”

Pesan tersebut menjadi peneguhan sekaligus tantangan bagi keenam imam baru untuk menghidupi tema tahbisan: “Inilah Aku, Utuslah Aku.”

P. Domi K. Dheo, SVD
JPIC SVD Timor

banner 325x300
error: Content is protected !!