banner 728x250

Unggul Satu Suara, Mohammad Agung Teibang Nahkodai PK NTT Kota Batam 2026–2031

MUBES VII PK NTT BATAM — Dari semangat persaudaraan menuju babak baru kepemimpinan. Musyawarah Besar (Mubes) VII Perkumpulan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam akhirnya menetapkan Mohammad Agung Teibang sebagai Ketua Umum PK NTT Kota Batam periode 2026–2031.

banner 120x600
banner 468x60

Laporan : Sebastian dari Batam

BATAM, RADAR PERBATASAN —

banner 325x300

Mohammad Agung Teibang resmi dipercaya menahkodai Perkumpulan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam untuk periode lima tahun ke depan.

Agung terpilih dalam Musyawarah Besar (Mubes) VII PK NTT Kota Batam yang berlangsung di Golden View Hotel Batam, Sabtu (12/9/2026).

Proses pemilihan berlangsung dinamis dan cukup alot. Agung akhirnya memperoleh dukungan terbanyak dan unggul tipis satu suara atas kandidat lainnya, Edward Kamaleng.

Hasil pemilihan tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian Mubes VII dan dimulainya babak baru perjalanan organisasi masyarakat NTT yang berdiaspora di Kota Batam.

Mubes VII PK NTT Kota Batam mengusung tema “Bersatu dalam Musyawarah, Solid dalam Persaudaraan, Berkarya untuk Diaspora NTT yang Lebih Maju dan Bermartabat.”

Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi para pengurus dan utusan paguyuban kabupaten/kota asal NTT di Batam untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah kepemimpinan dan program kerja PK NTT untuk lima tahun mendatang.

Dibuka Wali Kota Batam

Mubes VII PK NTT Kota Batam dibuka secara resmi oleh Wali Kota Batam, Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Amsakar mengajak seluruh masyarakat Batam asal Nusa Tenggara Timur untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kota Batam.

Menurutnya, keberadaan berbagai paguyuban daerah di Kota Batam bukan hanya menjadi wadah untuk menjaga identitas dan tali persaudaraan, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan sosial serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Karena itu, masyarakat NTT yang telah menjadi bagian dari masyarakat Batam diharapkan terus menjaga suasana kondusif serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kota Batam.

Persidangan Berlangsung Dinamis
Usai pembukaan, seluruh peserta Mubes mengikuti rangkaian agenda persidangan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi.

Pembahasan sejumlah agenda organisasi berlangsung dinamis. Suasana semakin mendapat perhatian ketika Mubes memasuki tahapan pemilihan Ketua Umum PK NTT Kota Batam periode 2026–2031.

Dua nama kemudian mencuat dalam kontestasi tersebut, yakni Mohammad Agung Teibang dan Edward Kamaleng.
Setelah melalui proses pemilihan, Agung akhirnya memperoleh dukungan terbanyak.

Keunggulan satu suara mengantarkannya sebagai Ketua Umum PK NTT Kota Batam yang baru.

Kemenangan tipis tersebut sekaligus menjadi amanah besar bagi Agung untuk menyatukan seluruh elemen organisasi setelah proses kontestasi berlangsung.

Tantangan Kepemimpinan Baru

Terpilihnya Mohammad Agung Teibang bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan organisasi.

Kepemimpinan baru PK NTT Kota Batam akan menghadapi tantangan untuk menjaga soliditas organisasi di tengah besarnya jumlah masyarakat NTT yang hidup dan bekerja di Kota Batam.

PK NTT diharapkan tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi dan persaudaraan, tetapi mampu menjadi rumah bersama bagi diaspora NTT dalam memperkuat jejaring sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, serta kontribusi masyarakat NTT bagi pembangunan Kota Batam.

Kepemimpinan Agung juga diharapkan mampu merangkul seluruh elemen setelah Mubes, termasuk pihak yang sebelumnya berada dalam barisan kandidat maupun pendukung kandidat lainnya.

Semangat rekonsiliasi dan persatuan menjadi penting agar perbedaan pilihan selama Mubes tidak berkembang menjadi perpecahan di tubuh organisasi.

Dihadiri 22 Utusan Kabupaten/Kota

Mubes VII PK NTT Kota Batam dihadiri 22 utusan Pengurus Kabupaten/Kota se-NTT yang berdiaspora di Kota Batam.

Selain peserta dan jajaran pengurus PK NTT Kota Batam, kegiatan tersebut turut dihadiri para tamu undangan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

Kehadiran para utusan dari berbag paai daerah asal NTT tersebut menunjukkan bahwa PK NTT memiliki basis organisasi yang cukup luas dalam menghimpun masyarakat NTT di Kota Batam.

Dengan ditetapkannya Mohammad Agung Teibang sebagai Ketua Umum periode 2026–2031, seluruh elemen organisasi kini memiliki pekerjaan besar untuk mengawal roda organisasi selama lima tahun ke depan.

Mubes VII pun menjadi momentum untuk mengakhiri perbedaan pilihan dan kembali menyatukan langkah.

Dari musyawarah lahir kepemimpinan. Dari persaudaraan diharapkan lahir kekuatan. Dan dari kekuatan diaspora NTT, diharapkan lahir karya nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kota Batam. **

banner 325x300
error: Content is protected !!