radarperbatasan.com.
21/7/2026
Kita cinta daerah sendiri, Itu wajib.
Tetapi cinta yang buta itu berbahaya.
Karena cinta yang buta melahirkan 1 penyakit: *egosentris* “di sini paling benar, di luar belum tentu”.
Padahal dunia tidak menunggu kita selesai bangga.
*Mengapa Tempurung Harus Dipecah*
*Agar Tidak Jadi “Katak Juara di Sumur”*
Di sumur kita raja. Di luar, kita tidak tahu apa-apa.
Berita dari Pati soal OTT, dari Bekasi soal pelayanan 1 hari, dari Banyuwangi soal desa wisata…
Itu tamparan: “Oh ternyata bisa ya”.
Kalau tidak baca, kita akan terus bilang: “sudah biasa begitu” sambil tertinggal.
*Agar Tidak Mengulang Kesalahan Orang Lain*
Orang bijak belajar dari pengalaman sendiri.
Orang lebih bijak belajar dari pengalaman orang lain.
Lihat korupsi di daerah lain = cermin buat kita.
Lihat inovasi di daerah lain = jalan pintas buat kita.
Tidak perlu jatuh di lubang yang sama 2 kali.
*Agar Tidak Mati Gaya*
Teknologi, ide, cara kerja pemerintahan… berubah tiap bulan.
Kalau sumber berita kita cuma grup WA keluarga, 2 tahun lagi kita baru dengar “e-government”.
Mengikuti berita luar itu seperti isi bensin. Biar Kupang tidak kehabisan tenaga di tengah jalan.
*Agar Hati Tidak Mengeras*
Baca anak NTT berprestasi di Jakarta. Baca saudara di Palu kena bencana. Baca petani di Jawa panen gagal.
Lama-lama ego “urus diri sendiri” luntur.
Tumbuh rasa: *”Oh, kita ini Indonesia. Sakitnya sama, mimpinya sama.”*
*Agar Berani Menjadi Kritis, Bukan Sekadar Mengeluh*
Ego bikin kita defensif: “ah itu di Jawa, sini beda”.
Wawasan bikin kita bertanya: “kenapa di sana bisa, kita tidak?”
Dari pertanyaan itulah lahir tuntutan. Dari tuntutan lahirlah perubahan.
*UNTUK KITA SEMUA*
Sahabat , masalahnya bukan kurang pintar.
Masalahnya: kita terlalu lama tinggal di kepala sendiri.
Membuka berita dari luar bukan berarti mengkhianati diri atau daerah sendiri.
Justru itu cara paling jujur mencintai diri dan daerah: *dengan menjadikannya lebih baik dari hari ini.*
Jangan bangga karena tidak tahu.
Banggalah karena mau terus belajar.
Karena *langit tidak akan kelihatan*,
*selama kita masih betah di dalam tempurung*.
Yohanes Tafaib
Teras Batin Oebufu
21 Juli 2026

















