Tradisi Pedang Pora Iringi Pelepasan Dua Personel Purna Bhakti Polres Pohuwato
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
MAPOLRES POHUWATO
POLDA GORONTALO
Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H. memimpin prosesi Wisuda Purna Bhakti terhadap dua personel Polres Pohuwato yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai anggota Polri. Kegiatan yang berlangsung di Mapolres Pohuwato, Sabtu (1/8/2026),
Wisuda purna bhakti tersebut menjadi wujud penghormatan dan apresiasi keluarga besar Polres Pohuwato kepada para personel atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai insan Bhayangkara. Adapun personel yang memasuki masa purna bhakti yakni Kompol Jhon Eric Kasombang dan AKP Julius Felix Ruitan.
Prosesi pelepasan diawali dengan penghormatan kepada kedua personel, kemudian dilanjutkan dengan tradisi Pedang Pora. Diiringi langkah penuh haru, kedua wisudawan purna bhakti bersama keluarga melewati barisan Pedang Pora sebagai simbol berakhirnya masa dinas yang dijalani dengan kehormatan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam sambutannya, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni menyampaikan rasa hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada kedua personel yang telah mengabdikan diri selama bertugas di lingkungan Polri.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Pohuwato, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kompol Jhon Eric Kasombang dan AKP Julius Felix Ruitan atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama berdinas. Tradisi Pedang Pora yang kita laksanakan hari ini merupakan simbol penghormatan institusi kepada personel yang telah menuntaskan tugasnya dengan baik,”ujar AKBP Busroni.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata, pemberian ucapan selamat oleh Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pohuwato Ny. Khosi Busroni, para pejabat utama, serta seluruh personel Polres Pohuwato, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengantaran kedua wisudawan purna bhakti melewati gerbang Pedang Pora dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan.
( Murtin )

















