Malaka –
Keluhan masyarakat terkait sulitnya akses jaringan telekomunikasi di Desa Tunmat, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, mulai mendapat respons.
Menindaklanjuti kondisi lumpuh sinyal yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat, tim Telkomsel turun langsung ke Desa Tunmat pada Selasa (22/9/2026) untuk melakukan survei sekaligus melihat kondisi jaringan secara langsung di wilayah tersebut.
Kehadiran tim Telkomsel di lapangan disambut positif oleh Pemerintah Desa Tunmat. Kepala Desa Tunmat, Noldivikus Bouk, atau yang akrab disapa Noldi Bouk, menyebut persoalan jaringan telekomunikasi masih menjadi kebutuhan penting masyarakat yang perlu segera mendapat perhatian.
Melalui pesan WhatsApp kepada media, Rabu (23/9/2026), Noldi menjelaskan bahwa dari 10 dusun yang ada di Desa Tunmat, baru dua dusun yang kondisi jaringannya sedikit membaik. Sementara delapan dusun lainnya masih mengalami kesulitan jaringan Telkomsel.
“Dari 10 dusun yang ada di Desa Tunmat, dua dusun jaringannya sedikit membaik. Sedangkan delapan dusun lainnya jaringan Telkomsel masih sangat sulit, terlebih tiga dusun tidak ada jaringan Telkomsel sama sekali,” ungkap Noldi.
Noldi menjelaskan, dari delapan dusun yang masih mengalami persoalan jaringan, lima dusun masih mendapatkan jaringan Telkomsel, tetapi kondisinya tidak stabil dan sulit diandalkan.
Kelima dusun tersebut yakni Dusun Umitnana, Lotatoen, Omanu, Hauksisi dan Baikbes.
Sementara tiga dusun lainnya berada dalam kondisi yang lebih serius karena tidak mendapatkan jaringan Telkomsel sama sekali, yakni Dusun Kafawa, Malak dan Bubun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah fasilitas umum berada di wilayah yang mengalami keterbatasan jaringan.
Di Dusun Malak, misalnya, terdapat sejumlah fasilitas pendidikan dan sosial seperti PAUD Taman Seminari Santa Sisilia, SDI Bubun, SMP Negeri Satap Bubun, Posyandu dan Kapela.
Sementara di Dusun Omanu terdapat SDI Haeneno, sedangkan di Dusun Bubun terdapat Poskesdes yang menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Dengan keberadaan fasilitas pendidikan, kesehatan dan sosial tersebut, persoalan jaringan tidak hanya berdampak pada komunikasi pribadi masyarakat. Keterbatasan jaringan juga berpotensi menghambat akses terhadap informasi, pembelajaran, komunikasi pelayanan kesehatan serta berbagai kebutuhan administrasi dan pelayanan publik.
Di tengah perkembangan teknologi saat ini, jaringan telekomunikasi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Internet semakin dibutuhkan untuk mendukung proses pendidikan, komunikasi, pelayanan kesehatan, pemerintahan hingga aktivitas ekonomi.
Karena itu, Noldi menyambut baik langkah Telkomsel yang turun langsung melakukan survei di Desa Tunmat.
Ia berharap survei tersebut tidak berhenti pada kegiatan pemetaan kondisi lapangan, tetapi menjadi awal dari langkah nyata untuk memperluas dan memperkuat jaringan telekomunikasi, terutama di wilayah yang selama ini sama sekali tidak mendapatkan sinyal.
“Kami berharap hasil survei ini bisa ditindaklanjuti dengan pembangunan atau penguatan jaringan, terutama di dusun-dusun yang selama ini tidak mendapatkan jaringan sama sekali,” harapnya.
Noldi mengatakan Pemerintah Desa Tunmat siap mendukung dan berkoordinasi apabila terdapat hal-hal yang perlu difasilitasi pemerintah desa dalam proses pengembangan jaringan telekomunikasi.
Menurutnya, masyarakat Desa Tunmat juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses komunikasi dan informasi yang layak.
“Harapan kami, masyarakat Desa Tunmat juga bisa menikmati jaringan telekomunikasi yang baik seperti masyarakat di wilayah lainnya. Ini sangat membantu anak-anak sekolah, pelayanan kesehatan, pemerintah desa dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Turunnya tim Telkomsel untuk melakukan survei menjadi perkembangan penting setelah persoalan jaringan di Desa Tunmat mendapat perhatian.
Sebelumnya, masyarakat di sejumlah wilayah Desa Tunmat mengeluhkan kondisi jaringan yang sulit digunakan. Bahkan, tiga dusun disebut berada dalam kondisi tanpa jaringan Telkomsel sama sekali.
Kini, setelah tim Telkomsel turun langsung melihat kondisi di lapangan, masyarakat berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada tahap survei.
Pemerintah Desa Tunmat berharap hasil pemetaan yang dilakukan dapat segera diikuti dengan tindak lanjut konkret, terutama bagi tiga dusun yang sama sekali belum mendapatkan jaringan.
Sebab, bagi masyarakat di wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan, hadirnya sinyal bukan sekadar persoalan bisa melakukan panggilan atau mengirim pesan.
Di era digital, jaringan telekomunikasi telah menjadi salah satu pintu akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, pemerintahan, informasi, komunikasi sosial hingga peluang ekonomi.
Karena itu, survei Telkomsel di Desa Tunmat diharapkan menjadi langkah awal menuju solusi nyata. Masyarakat kini menanti agar apa yang telah dilihat dan dipetakan di lapangan dapat ditindaklanjuti dengan pembangunan atau penguatan infrastruktur telekomunikasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Bagi warga Tunmat, harapannya sederhana: bukan sekadar datang untuk melihat kondisi jaringan, tetapi ada tindak lanjut agar seluruh masyarakat dapat benar-benar terhubung.
Editor: Jery Manek

















