Radar Perbatasan –
Hari ini, 22 September 2026, Kota Kefamenanu genap memperingati hari jadinya yang ke-104 tahun. Sebagai kota yang tumbuh di atas pijakan adat, tradisi, dan kekeluargaan yang kuat, Kefamenanu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan identitas yang membentuk karakter masyarakatnya.
“Di tengah laju pembangunan modern dan dinamika perekonomian yang kian berkembang, tantangan besar kita adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai “Beradat” agar tetap menjadi jiwa dalam setiap derap pembangunan fisik, ekonomi, dan sosial di Bumi Biinmaffo”ungkap Flos Florens Bob Solokana ,SE yang dihubungi via WhatsApp nya di kota Medan.
Gagasan & Masukan Membangun untuk Kefamenanu
Sebagai seorang pengusaha yang lahir dan tumbuh bersama denyut nadi perekonomian daerah ini,Bob sapaan akrabnya melihat potensi besar Kefamenanu untuk melompat lebih jauh. Untuk mewujudkan Kefamenanu yang mandiri, maju, dan berdaya saing, ada tiga pilar utama yang perlu kita perkuat bersama:
1. Penguatan Ekosistem Properti dan Infrastruktur Perkotaan
Kota yang maju membutuhkan penataan ruang dan sarana hunian yang layak, aman, serta tertata rapi.
Penataan Kota Terpadu: Mendorong penataan kawasan permukiman dan komersial yang berwawasan lingkungan tanpa mengesampingkan kearifan lokal.
Akses Hunian Terjangkau: Meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengembang swasta untuk menyediakan hunian berkualitas yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan generasi muda.
2. Mendorong Sektor Pariwisata dan Perhotelan Berkualitas
Kefamenanu memiliki daya tarik budaya dan alam yang unik di kawasan perbatasan.
Standarisasi Layanan Layak: Meningkatkan kualitas fasilitas dan hospitality perhotelan agar Kota Kefamenanu siap menjadi tuan rumah agenda bertaraf regional maupun nasional.
Sentra Ekonomi Kreatif: Menjadikan fasilitas akomodasi dan publik sebagai ruang bagi UMKM lokal untuk menampilkan produk kerajinan, kuliner, dan seni budaya Biinmaffo.
3. Kemitraan Strategis Pemerintah dan Dunia Usaha (Public-Private Partnership)
Pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD.
Iklim Investasi Ramah & Transparan: Mempermudah perizinan dan kepastian hukum guna menarik modal investasi daerah maupun luar daerah.
Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal: Mewajibkan penyerapan tenaga kerja lokal dalam setiap proyek konstruksi, properti, dan perhotelan guna menekan angka pengangguran dan memajukan kesejahteraan warga setempat.
SERVA DOCERE EXEMPLA MOVERE
Adsgium klasik Serva DOCERE EXEMPLA Movere (kata kata mengajar ,Teladan harus menggerakkan)Ini yang diajarkan oleh mantan guru bahasa latin Alo Neno Akafa (almarhum)ketika Bob Solokana menuntut ilmu di Seminari Lalian selalu terngiang di telinganya.Ia tidak hanya berteori tentang tips membangun kota BERADAT Kefamenanu tapi ,Bob Solokana pun membuktikan nya dengan membangun Hotel Eva di bilangan Kenari kelurahan Kefamenanu Tengah,yang bertaraf internasional, berkualitas, serta tentunya nyaman dan elegan,yang sedang dalam proses pembangunan.Grand opening hotel EVA akan dilangsungkan pada tahun depan jika tidak ada halangan.
Menutup perbincangan dengan awak media Radar Perbatasan,Bob Solokana yang rendah hati ini berpesan di hari ulang tahun kota Kefamenanu yang ke-104 tahun ini katanya:
“Kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari tingginya gedung-gedung yang berdiri, tetapi dari seberapa besar kebudayaan dan kesejahteraan warganya dihormati dan ditingkatkan.”Sembari mengucapkan
Selamat Hari Jadi Kota Beradat Kefamenanu,yang ke-104 tahun , 22 September 2026!
Semoga Pemerintah Daerah, para pelaku usaha, tokoh adat, serta seluruh lapisan masyarakat senantiasa bergandengan tangan untuk membangun Kefamenanu yang lebih sejahtera, inklusif, dan berkemajuan.
Kefamenanu Beradat, Biinmaffo Jaya!
Flos Florens Bob solokana,SE
(Pimpinan PT Sasando Putra Prima(Medan) PT Komilake Bangun Persada, (Yogyakarta)PT Bikomi Berjaya Propertindo,(Medan) & Hotel Eva(Kefamenanu)
V.Sintu Lopez

















