Laporan : Sebastian Un Koes – Batam
BATAM –
Musyawarah Besar (Mubes) Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PKNTT) Batam tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi diaspora NTT di Kota Batam untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.
Mubes yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Golden View Batam, Sabtu (12/9/2026) tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Musyawarah, Solid dalam Persaudaraan, Berkarya untuk Diaspora NTT yang Lebih Maju dan Bermartabat.”
Tiga nama dipastikan maju sebagai kandidat Ketua Umum PKNTT Batam periode 2026–2030. Mereka adalah M. Agung Teibang, Dominggus R. Woge, dan Edward Kamaling, SH., MH.
Kontestasi tiga kandidat tersebut tidak sekadar menjadi pertarungan untuk memperebutkan posisi ketua umum.
Lebih dari itu, Mubes diharapkan menjadi ruang bersama bagi warga NTT di Batam untuk menentukan figur yang dinilai mampu membawa organisasi menjadi semakin solid, inklusif, produktif, serta mampu memperkuat persaudaraan antarsesama diaspora NTT.
Bukan Sekadar Memilih Ketua
Tema yang diusung dalam Mubes kali ini menempatkan persatuan dan persaudaraan sebagai fondasi utama organisasi.
Kata “bersatu” dalam tema Mubes menjadi penting karena PKNTT Batam menaungi warga NTT dengan latar belakang daerah asal, suku, profesi dan pengalaman yang beragam.
Karena itu, proses pemilihan ketua umum diharapkan tidak menimbulkan sekat, melainkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan.
Sementara semangat “berkarya untuk diaspora NTT yang lebih maju dan bermartabat” memberikan pesan bahwa kepengurusan mendatang tidak hanya dituntut menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat NTT di Batam.
Mulai dari penguatan solidaritas sosial, pemberdayaan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, pelestarian budaya, hingga membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat di Kota Batam.
Tiga Kandidat, Tiga Gagasan
Tiga kandidat yang akan bertarung membawa latar belakang dan pengalaman masing-masing.
M. Agung Teibang menjadi salah satu figur yang akan diuji oleh para pemilik hak suara dalam Mubes.
Kemudian Dominggus R. Woge, yang juga masuk dalam bursa kandidat ketua umum, akan bersaing menawarkan gagasan dan visi untuk membawa PKNTT Batam ke periode berikutnya.
Sementara Edward Kamaling, SH., MH., melengkapi kontestasi tiga kandidat tersebut.
Dengan hadirnya tiga kandidat, Mubes PKNTT Batam 2026 diperkirakan berlangsung dinamis. Namun, dinamika tersebut diharapkan tetap berada dalam koridor persaudaraan sebagai sesama warga NTT.
Sebab, siapa pun yang nantinya memperoleh mandat sebagai ketua umum, tantangan terbesar setelah Mubes justru adalah menyatukan kembali seluruh kekuatan organisasi untuk bekerja bersama.
Pemilik Hak Suara Diminta Gunakan Hati Nurani
Mubes juga menjadi ruang bagi para pemilik hak suara untuk menentukan pilihan secara bebas dan bertanggung jawab.
Prinsip “pilih dengan hati nurani” menjadi pesan penting dalam menentukan pemimpin organisasi.
Artinya, pilihan idealnya diberikan berdasarkan rekam jejak, kapasitas, integritas, visi, serta kemampuan kandidat membangun kebersamaan, bukan karena tekanan, kepentingan kelompok maupun pertimbangan lain yang dapat memecah persaudaraan.
PKNTT Batam ke depan membutuhkan pemimpin yang bukan hanya mampu memenangkan kontestasi, tetapi juga mampu merangkul semua pihak setelah proses pemilihan selesai.
Karena itu, Mubes ini sesungguhnya bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana seluruh peserta mampu menjaga persaudaraan dan menerima hasil musyawarah secara dewasa.
Menentukan Arah PKNTT Batam Lima Tahun ke Depan
Periode 2026–2030 akan menjadi fase penting bagi PKNTT Batam. Organisasi diaspora NTT tersebut diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan anggotanya sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Batam dan daerah asal di Nusa Tenggara Timur.
Mubes di Hotel Golden View pada Sabtu (12/9/2026) akhirnya akan menjadi panggung bagi tiga kandidat untuk meyakinkan para pemilik hak suara.
M. Agung Teibang, Dominggus R. Woge, dan Edward Kamaling, SH., MH. memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan mandat.
Namun setelah suara dihitung dan keputusan ditetapkan, seluruh kandidat dan pendukungnya diharapkan kembali berdiri dalam satu barisan: PKNTT Batam.
Sebab, semangat utama Mubes bukan semata-mata mencari seorang pemenang, melainkan melahirkan kepemimpinan yang mampu menyatukan, menggerakkan dan mengangkat martabat diaspora NTT di Batam.
Dari NTT, untuk Batam, untuk Indonesia. **

















