BINTAN, Radar Perbatasan.com – Jarak bukan lagi menjadi penghalang bagi warga di wilayah terluar Kabupaten Bintan untuk mendapatkan hak administratifnya. Membawa semangat “Menjangkau yang tak Terjangkau”, inovasi Serving The Villager (STV) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bintan hadir memangkas birokrasi yang selama ini terasa sulit bagi masyarakat di pelosok pulau.
Kondisi geografis Bintan yang berupa rangkaian pulau-pulau kerap menjadi tantangan. Namun, tim STV menjawabnya dengan aksi nyata: membawa layanan langsung ke perkampungan, bahkan masuk ke rumah-rumah warga.
Layanan ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Segala dokumen mulai dari KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akta kelahiran dapat dicetak instan di tempat. Bahkan, tim tidak tebang pilih dalam melayani; warga yang menyandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pun mendapatkan perhatian khusus, memastikan identitas mereka tetap diakui sebagai warga negara.
Baru-baru ini, Kecamatan Tambelan, wilayah terluar yang berjarak 18 jam perjalanan laut dari pulau Bintan, menjadi sasaran pelayanan. Kehadiran STV di sana disambut antusias oleh warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus dokumen.
Kepala Disdukcapil Bintan, Rusli, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kita hadir di Tambelan, dua hari kita khususkan di Pulau Mentebung, satu hari lagi khusus di Balai Adat Tambelan (pulau induk yang terdapat 4 Desa dan 1 Kelurahan). Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan pastinya STV ini akan kembali hadir di Tambelan,” ungkap Rusli, pada Rabu 10 Juni 2026.
Sejak kembali digalakkan pada 2024, STV terbukti menjadi solusi efektif. Pada kunjungan kali ini saja, sebanyak 589 dokumen berhasil diterbitkan dan diserahkan langsung kepada warga.
Rekapitulasi Dokumen Terbit di Tambelan
Demi transparansi dan akuntabilitas, berikut adalah rincian layanan adminduk yang berhasil direalisasikan oleh tim STV:
Inovasi STV ini menjadi oase bagi warga pulau terluar, membuktikan bahwa kehadiran pemerintah sejatinya memang harus dirasakan langsung oleh rakyat hingga ke pelosok negeri.
Editor: Budi Adriansyah

















