BINTAN, Radar Perbatasan.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Malang Rapat harus menghadapi kendala distribusi pangan. Pasokan minyak goreng yang biasanya mengalir lancar setiap bulannya, mendadak kosong total pada periode Juli ini.
Ketua KDMP Malang Rapat, Heny, mengungkapkan kebingungannya atas situasi tersebut. Menurutnya, pemesanan yang dilakukan koperasi selama ini selalu dalam jumlah kecil dan bersifat normatif. Namun, ketiadaan pasokan sepanjang bulan ini terjadi tanpa ada pemberitahuan atau alasan yang jelas.
“Untuk pasokan minyak kita di KDMP Malang Rapat biasa normatif saja setiap bulan, karena pembelian atau pesanan kami pun hanya jumlah sedikit. Tapi untuk bulan Juli ini saja tidak dapat, kami pun tidak tahu penyebabnya,” ujar Heny, pada Selasa 21 Juli 2026.
Meski demikian, Heny tetap menaruh harapan besar agar alokasi minyak dari Bulog dapat kembali normal pada bulan depan demi memenuhi kebutuhan di tingkat tapak.
Tanggapan Perum Bulog Cabang Tanjungpinang
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, memberikan penjelasan terbuka. Dia membenarkan bahwa lembaganya selama ini menjadi tumpuan utama dalam menyuplai kebutuhan minyak goreng bagi sejumlah koperasi desa.
Kendati demikian, Arief tak menampik bahwa ketersediaan stok minyak goreng dalam dua bulan terakhir sedang tidak dalam kondisi maksimal. Kondisi inilah yang memaksa Bulog untuk bersikap realistis dan memberlakukan sistem skala prioritas dalam penyaluran logistik.
“Memang semenjak beberapa bulan ini, dua bulan ini, kebutuhan stok daripada minyak goreng kita tidak maksimal. Sehingga kita lebih memilih skala prioritas,” ungkap Arief.
Pihak Perum Bulog memastikan bahwa pelayanan akan kembali optimal seiring pemulihan ketersediaan barang. Arief berharap ke depannya stok minyak goreng secara keseluruhan dapat kembali normal dan bertambah, sehingga kebutuhan Koperasi Merah Putih dapat disuplai secara penuh tanpa hambatan.
Editor: Budi Adriansyah

















