KUPANG, RADAR PERBATASAN — Di tengah sorotan terhadap minimnya partisipasi Gerakan Pramuka Kabupaten Malaka dalam sejumlah kegiatan kepramukaan, Gugus Depan (Gudep) SMA Negeri Welaus hadir membawa nama Rai Malaka ke ajang Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026. SMAN Welaus tercatat sebagai satu-satunya utusan dari Kabupaten Malaka dalam kegiatan yang berlangsung di Kota Kupang, 16–18 Oktober 2026.
Keikutsertaan ini bukan sekadar partisipasi sebuah sekolah. Langkah SMAN Welaus diharapkan menjadi pemantik bagi kebangkitan kembali aktivitas kepramukaan di Malaka, sekaligus membuka kesempatan bagi Pramuka Penegak untuk mengembangkan wawasan, keterampilan komunikasi, dan jejaring dengan sesama anggota Pramuka dari berbagai daerah.
JOTA-JOTI merupakan kegiatan kepramukaan yang memadukan komunikasi melalui radio amatir dan internet. Melalui kegiatan ini, peserta mendapat kesempatan belajar, bertukar pengalaman, serta mengenal pemanfaatan teknologi komunikasi dalam kegiatan kepramukaan.
Bina Muda Kwarda NTT, Andreas Rale, menyampaikan apresiasi kepada Gudep SMAN Welaus yang telah mengambil inisiatif mengutus anggotanya mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Gudep SMAN Welaus asal Kabupaten Malaka yang telah mengutus anggotanya untuk mengikuti Jambore JOTA dan JOTI tahun ini,” ujar Andreas Rale.
Kwarda Berharap Pramuka Malaka Kembali Aktif
Di balik apresiasi tersebut, Andreas juga menyoroti partisipasi Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Malaka yang menurutnya selama ini kerap absen dalam kegiatan yang diselenggarakan Kwarda NTT, termasuk kegiatan berskala nasional seperti Jambore Nasional (Jamnas).
Ia berharap keikutsertaan SMAN Welaus dapat menjadi titik awal untuk membangkitkan kembali semangat kepramukaan di Kabupaten Malaka.
“Selama ini Kwarcab Malaka terbilang sering absen dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwarda NTT, bahkan pada tingkat nasional seperti Jamnas. Oleh karena itu, kami sangat berharap melalui langkah yang diambil oleh SMAN Welaus ini, dapat menjadi pemantik untuk membangkitkan kembali semangat Kwarcab Malaka agar menghidupkan kembali denyut Gerakan Pramuka di Kabupaten Malaka,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi catatan penting bagi pembinaan kepramukaan di Malaka. Partisipasi SMAN Welaus memperlihatkan adanya inisiatif dari tingkat gugus depan untuk tetap membuka ruang belajar dan berjejaring, meski Andreas menilai kehadiran Kwarcab Malaka dalam agenda kepramukaan selama ini belum konsisten.
Keterbatasan Bukan Penghalang
Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) SMAN Welaus, Yanuarius Nahak, mengaku bangga karena anak didiknya mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut dan membawa nama Kabupaten Malaka di tingkat provinsi.
“Kami sangat bangga SMAN Welaus dapat membawa nama harum Kabupaten Malaka di tingkat provinsi. Keikutsertaan dalam JOTA-JOTI ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi adik-adik Pramuka kita untuk berkarya dan berinteraksi melalui penguasaan teknologi komunikasi,” ungkap Yanuarius.
Pelatih Pramuka Gudep SMAN Welaus, Marto Luan, menilai JOTA-JOTI menjadi kesempatan penting bagi Pramuka Penegak untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan teknis.
Menurutnya, peserta tidak hanya belajar kepramukaan secara konvensional, tetapi juga berlatih memanfaatkan teknologi radio dan internet secara bijak serta efektif.
“Ini adalah kesempatan emas untuk membuka wawasan mereka,” jelas Marto.
Pembina Pramuka SMAN Welaus, Sipriani Eni Mona, juga berharap peserta dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang bisa dibagikan kepada teman-teman di sekolah maupun anggota Pramuka lainnya di Malaka.
“Kami berharap adik-adik yang berangkat dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, menjalin relasi baru, dan sekembali dari sini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman di sekolah maupun di seluruh Malaka,” tuturnya.
Peserta Berharap Lebih Banyak Pramuka Malaka Terlibat
Salah satu peserta, Hildegardis Seran, mengaku senang sekaligus terharu mendapat kesempatan mengikuti JOTA-JOTI di Kota Kupang. Baginya, berkomunikasi dan bertukar pengalaman dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang berharga.
Ia berharap semakin banyak Pramuka Penegak dari Malaka yang berani tampil, aktif mengikuti kegiatan, dan terbuka mempelajari hal-hal baru, termasuk teknologi komunikasi.
“Semoga ke depannya makin banyak Pramuka Penegak dari Malaka yang berani tampil dan aktif kembali dalam kegiatan-kegiatan Pramuka. Jangan pernah ragu untuk belajar hal baru, terutama di bidang teknologi!” ujar Hildegardis.
Keikutsertaan SMAN Welaus di JOTA-JOTI Kwarda NTT 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan Kabupaten Malaka. Namun, harapan yang menyertainya lebih besar daripada sekadar membawa nama daerah: partisipasi ini diharapkan menjadi pemantik agar kegiatan kepramukaan di Bumi Rai Malaka semakin hidup, aktif, dan memberi ruang lebih luas bagi generasi muda untuk belajar serta berkembang.
Tim

















