BINTAN, Radar Perbatasan.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendongkrak kemandirian ekonomi masyarakat terus digalakkan lewat aksi nyata di daerah. Di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, sinergi apik antara kepolisian dan perbankan hadir merangkul para petani lokal.
Kali ini, dukungan tersebut menyasar Kelompok Tani (Poktan) Jagung Pipil Sumber Rezeki di Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya. Kelompok tani ini berada dalam pembinaan intensif Polda Kepulauan Riau dan Polres Bintan, khususnya Polsek Gunung Kijang.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Muhammad Tahir, salah satu anggota Poktan Jagung Pipil Sumber Rezeki, sukses mendapatkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dari BRI Unit Kawal, di bawah supervisi BRI BO Tanjungpinang. Tidak hanya modal usaha, proses pengelolaan pertaniannya juga didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian Jufrianto Simanullang, agar semakin produktif dan berkelanjutan.
Bagi Polri, penguatan ketahanan pangan bukan sekadar menjaga ketersediaan stok pangan di pasar, melainkan memastikan para petani sebagai pelaku utama sektor ini mampu tumbuh mandiri dan mengembangkan usahanya secara profesional.
Komitmen Nyata Perbankan untuk Sektor Produktif
Kepala BRI Unit Kawal, R. Muhammad Arfit Arifiyansyah, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus hadir di tengah masyarakat yang menggerakkan sektor riil dan produktif.
“BRI Unit Kawal berkomitmen untuk terus hadir memberikan akses layanan dan pembiayaan kepada masyarakat yang memiliki usaha produktif. Melalui fasilitas KUR Mikro ini, kami berharap dapat membantu Bapak Muhammad Tahir mengembangkan usaha pertaniannya serta memberikan dampak positif bagi perkembangan Poktan Jagung Pipil Sumber Rezeki binaan Polri,” ujar Arfit.
Senada dengan itu, Mantri BRI Unit Kawal, Harvia Ladi Santosa, melihat potensi besar pada komoditas jagung di wilayah tersebut. Pihaknya berupaya memastikan penyaluran pembiayaan berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan riil di lapangan.
“Kami melihat potensi sektor pertanian, khususnya jagung, cukup baik untuk terus dikembangkan. Kami berupaya membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan sesuai kebutuhan usaha, tentunya berdasarkan ketentuan dan proses yang berlaku di BRI,” ungkap Harvia.
Pengawalan dan Pendampingan dari Kepolisian
Dukungan penuh juga datang dari jajaran kepolisian. Kapolsek Gunung Kijang, IPTU Rabul Yamin, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin erat dengan BRI dalam mengawal kelompok tani binaan mereka.
“Kami mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Polri dan BRI dalam mendukung kelompok tani yang berada dalam pembinaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan usaha pertanian dan program ketahanan pangan Polri,” tutur IPTU Rabul.
Dia menambahkan bahwa pendampingan berkelanjutan merupakan kunci utama dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat akar rumput. Di tingkat desa, langkah nyata turut digerakkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Toapaya, Brigadir Reza Andrian, yang aktif membangun komunikasi dengan para petani.
“Kami terus melakukan komunikasi dan pendampingan kepada masyarakat, termasuk kelompok tani. Dengan adanya dukungan BRI melalui akses KUR Mikro, kami berharap usaha masyarakat dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” kata Reza.
Melalui kolaborasi ini, terbangun ekosistem yang solid: Polri hadir memberikan pembinaan serta pengawalan sosial, sementara BRI menyediakan akses permodalan yang inklusif bagi pelaku usaha produktif.
Ke depan, sinergi antara BRI Unit Kawal dan Polsek Gunung Kijang diharapkan kian diperluas, melahirkan lebih banyak petani yang berdaya, usaha yang berkembang pesat, serta mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bintan.
Editor: Budi Adriansyah

















