BINTAN, Radar Perbatasan.com – Di balik wajah tenang para pejuang kanker di Kabupaten Bintan, tersimpan kisah perjuangan yang tak mudah. Memahami beratnya beban tersebut, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani Putri, kembali menunjukkan komitmen nyata. Dia tidak sekadar memberi instruksi, melainkan turun langsung menyambangi rumah-rumah para penyintas, pada Jumat 13 Maret 2026.
Kehadiran Hafizha bukan sekadar kunjungan seremonial. Ini adalah misi kemanusiaan untuk memastikan para “pejuang” ini tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit pengobatan.
Mengetuk Pintu, Menguatkan Hati
Perjalanan kemanusiaan ini dimulai dari Kampung Budi Mulya, Km 23. Hafizha menemui seorang ibu penyintas kanker payudara. Dalam pertemuan yang penuh haru tersebut, bantuan berupa paket sembako, susu khusus, dan vitamin diserahkan langsung. Nutrisi ini menjadi krusial untuk menjaga imunitas pasien yang kerap turun akibat prosedur medis.
Tak berhenti di situ, langkah Hafizha berlanjut ke wilayah Gandasari, Km 23. Di sini, dia menemui dua sosok tangguh: seorang pengidap kanker tiroid dan seorang anak yang tengah berjuang melawan sarkoma uteri. Kehadiran Hafizha di tengah keluarga pasien menjadi oase semangat, menunjukkan bahwa pemerintah dan organisasi sosial hadir di sisi mereka.
Kunjungan berikutnya bergeser ke Perumnas Kijang Permai, menyasar penyintas kanker payudara lainnya. Di setiap titik, doa dan kalimat penguat tak henti mengalir dari bibir istri orang nomor satu di Bintan ini.
Wujud Nyata Solidaritas
Hafizha Rahmadhani menegaskan bahwa langkah YKI Bintan adalah wujud solidaritas tanpa batas. Baginya, dukungan psikologis sama pentingnya dengan asupan medis.
“Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Semangat adalah separuh dari kesembuhan. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan menambah kekuatan mereka untuk terus berjuang hingga pulih,” ujar Hafizha dengan nada penuh empati.
Secara total, kegiatan marathon ini menyasar 90 penerima manfaat yang tersebar di berbagai pelosok Kabupaten Bintan. Bantuan ini dirancang untuk mencakup aspek mendasar:
• Ketahanan Pangan: Paket sembako untuk kebutuhan keluarga.
• Dukungan Nutrisi: Susu dan vitamin khusus penyintas.
• Aspek Psikologis: Kehadiran langsung sebagai bentuk dukungan moril.
Harapan untuk Pemulihan
Aksi nyata YKI Bintan ini menjadi pengingat bagi publik bahwa penyakit kanker memerlukan penanganan yang kolektif. Dengan solidaritas yang kuat, para penyintas diharapkan tetap optimis menjalani masa pemulihan.
Langkah Hafizha hari ini membuktikan bahwa kepedulian adalah obat yang tak kalah ampuh dari sekadar resep dokter. Bintan tidak hanya sedang membangun infrastruktur, tapi juga sedang merawat harapan warganya.
Editor: Budi Adriansyah

















