banner 728x250

Sekolah Tak Lagi Andalkan Hukuman Fisik: Studi Tiru Kasek Malaka Ungkap Model Disiplin dan Penjurusan Libatkan Orang Tua

banner 120x600
banner 468x60

SURABAYA — Mendidik siswa yang bermasalah tidak harus dengan hukuman fisik. Pendekatan disiplin dapat dilakukan melalui pembinaan yang tetap memberi ruang bagi siswa untuk belajar bertanggung jawab.

Pola inilah yang menjadi salah satu perhatian rombongan pendidik asal Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, saat melakukan studi tiru ke sejumlah sekolah di Kota Surabaya, Rabu (7/10/2026).

banner 325x300

Kepala SMAN Harekakae Robertus Bria Tahuk, S.Pd., Kepala SMAN Bolan Donatus Bria Seran, S.Pd.Gr., Kepala SMKN Kletek Eusibius, serta Pelatih SSB Aintasi Sakarias, melihat langsung sejumlah praktik pengelolaan pendidikan yang dinilai menarik untuk dipelajari.

Salah satunya menyangkut penanganan siswa yang melakukan pelanggaran.

Dalam pola yang dipelajari, siswa yang melakukan tindakan tidak disiplin tidak diberikan hukuman fisik. Pendekatan yang digunakan antara lain memberikan kegiatan yang bersifat mendidik, seperti membantu penataan taman dan kegiatan nonfisik lainnya.

Pesannya jelas: disiplin tetap ditegakkan, tetapi proses pendidikan tidak boleh berubah menjadi kekerasan.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah keterlibatan orang tua dalam menentukan arah pendidikan anak.

Pada saat penerimaan siswa baru kelas X dan proses penjurusan, orang tua dilibatkan untuk bersama-sama menentukan pilihan jurusan sesuai dengan rencana pendidikan lanjutan anak, termasuk rencana menuju perguruan tinggi.

Setelah keputusan tersebut disepakati, orang tua dan sekolah membuat surat pernyataan.

Pola ini diarahkan agar pilihan pendidikan anak dipahami bersama sejak awal sehingga siswa dapat lebih fokus mempersiapkan diri untuk pendidikan lanjutan.

Bagi rombongan studi tiru dari Malaka, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan persepsi antara sekolah, siswa, dan keluarga.

Pendidikan akhirnya tidak hanya menjadi urusan guru di sekolah.

Sekolah mendidik, orang tua mendampingi, sementara siswa dipersiapkan untuk menentukan masa depannya sendiri.

Studi tiru tersebut diharapkan memberikan referensi baru bagi pengembangan manajemen pendidikan di Kabupaten Malaka, khususnya dalam membangun budaya sekolah yang disiplin, ramah anak, serta berorientasi pada masa depan siswa.

 

Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!