MALAKA, 24 September 2026 —
Duka menyelimuti keluarga besar SMA Negeri Harekakae, Kabupaten Malaka, setelah salah seorang siswa kelas X A, Kristo Genji Adojihara, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat pulang dari sekolah.
Kristo mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Webua. Sepeda motor yang dikendarainya menabrak tiang listrik. Korban tidak langsung meninggal dunia dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Kabar duka tersebut menjadi pukulan bagi keluarga besar SMAN Harekakae. Kristo dikenal sebagai siswa yang pendiam, ramah, rajin dan selalu datang tepat waktu ke sekolah.
Kepala SMAN Harekakae, Robertus Bria Tahuk, S.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah, dewan guru, OSIS, wali kelas X A Ira Dalung, S.Pd.Gr., serta siswa kelas X A turut hadir dalam misa pemakaman Kristo pada Rabu (23/9/2026).
Pihak sekolah juga telah menyerahkan kembali Kristo kepada keluarga dalam pakaian seragam sekolah. Jenazah kemudian diterima oleh orang tua untuk dimakamkan di Trans , Desa Lakekun, Kecamatan Kobalima.
Humas SMAN Harekakae, Benedikta Sarinda Dahu, S.Ag., Gr, bersama Moses Ediman, S.Pd., mengatakan sekolah sangat kehilangan sosok Kristo.
Menurut pihak sekolah, SMAN Harekakae menampung peserta didik dari berbagai penjuru wilayah. Karena itu, setiap peristiwa yang menimpa siswa menjadi keprihatinan bersama, terlebih ketika seorang anak yang sedang menempuh pendidikan harus kehilangan nyawa akibat kecelakaan.
“Harapan orang tua sangat besar agar anak ini bisa sukses. Kami juga berharap anak ini terus bergabung bersama kami karena memiliki kemampuan yang bagus. Tetapi Tuhan berkehendak lain,” demikian disampaikan pihak sekolah.
Sekolah mengenang Kristo sebagai pribadi yang tidak banyak bicara, tetapi ramah, rajin dan disiplin dalam mengikuti kegiatan belajar.
Kepergian Kristo juga menjadi pengingat bagi seluruh peserta didik mengenai pentingnya keselamatan dalam perjalanan dari dan menuju sekolah.
Pihak SMAN Harekakae mengimbau seluruh siswa agar lebih berhati-hati saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas dan tidak mengabaikan aspek keselamatan.
“Anak-anak harus lebih waspada dan disiplin dalam berlalu lintas. Keselamatan harus menjadi yang utama,” pesan pihak sekolah.
Bagi keluarga besar SMAN Harekakae, kepergian Kristo bukan sekadar kehilangan seorang siswa. Peristiwa tersebut menjadi duka sekaligus pengingat bahwa perjalanan seorang pelajar menuju cita-cita membutuhkan perhatian serius terhadap keselamatan di jalan.
Selamat jalan, Kristo Genji Adojihara.
Editor : Boni Atolan

















