| MALAKA, NTT — Warga di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste segera berpeluang mendapatkan pelayanan kateterisasi jantung lebih dekat tanpa harus selalu menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di luar daerah. RSUPP Betun kini mematangkan kesiapan fasilitas, peralatan, dan tenaga medis untuk menghadirkan layanan Cardiac Catheterization Laboratory (Cath Lab).
Langkah penting menuju pelayanan jantung modern itu ditandai dengan pemeriksaan dan visitasi Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (14/10/2026).
Tim visitasi meninjau kesiapan ruangan, sarana dan prasarana, serta berbagai aspek teknis yang harus dipenuhi sebelum layanan Cath Lab dapat dioperasikan.
Perwakilan Tim Visitasi Kemenkes RI, Gandhi Kristi, menyampaikan bahwa kesiapan ruangan dan prasarana RSUPP Betun sudah cukup baik. Progres pembangunan diperkirakan telah mencapai 80 hingga 90 persen.
“Secara keseluruhan sudah cukup baik. Tinggal kita proses ke tahap administrasi selanjutnya,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan layanan jantung di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Malaka itu. Meski demikian, layanan Cath Lab belum dapat dinyatakan beroperasi karena masih membutuhkan penyelesaian tahapan administrasi, teknis, dan kesiapan operasional.
Peralatan Modern Harus Diikuti Kesiapan SDM
Perwakilan vendor Philips Indonesia menjelaskan, pihaknya siap mendukung penyediaan dan pemasangan peralatan medis setelah menerima instruksi dari Kemenkes RI.
Tahapan pekerjaan yang disiapkan mencakup penyelesaian ruangan, pemasangan proteksi radiasi, instalasi peralatan, pengujian keselamatan, hingga pelatihan tenaga medis. Keseluruhan proses tersebut direncanakan berlangsung selama 210 hari.
Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM, FISQua, menegaskan bahwa pengembangan layanan Cath Lab tidak cukup hanya dengan membangun ruangan dan menghadirkan peralatan berteknologi modern. Kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar pelayanan dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, tiga perawat telah mengikuti pelatihan khusus kardiovaskular di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Selain itu, tenaga radiografer dan fisikawan medis juga telah dipersiapkan untuk mendukung layanan tersebut.
Persiapan ini menunjukkan bahwa pengembangan pelayanan jantung harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan, pemenuhan standar keselamatan, serta kesiapan sistem pelayanan rumah sakit.
Dari Malaka untuk Kemanusiaan di Wilayah Perbatasan
Bagi dr. Oktelin, kehadiran Cath Lab bukan semata-mata tentang kemajuan teknologi medis. Lebih dari itu, layanan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung sekaligus memperkuat posisi RSUPP Betun sebagai rumah sakit rujukan di kawasan perbatasan.
Ia berharap rumah sakit tersebut kelak mampu melayani masyarakat Kabupaten Malaka, kabupaten-kabupaten tetangga, hingga warga Timor Leste yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Kita mau agar masyarakat kita jangan sampai berobat ke negara tetangga. Karena itu, kita harus memperkuat pelayanan kesehatan kita,” tegasnya.
Harapan itu menempatkan pengembangan Cath Lab sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan. Masyarakat diharapkan memiliki pilihan layanan yang lebih dekat sehingga kebutuhan penanganan medis tidak selalu mengharuskan perjalanan jauh ke luar daerah.
Namun, manfaat tersebut baru dapat dirasakan setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan layanan resmi siap dioperasikan. Ketersediaan tenaga terlatih, keselamatan pasien, dukungan peralatan, serta kesinambungan pelayanan akan menjadi faktor penting dalam mewujudkan harapan tersebut.
Dari Kabupaten Malaka, RSUPP Betun sedang menapaki langkah menuju pelayanan jantung yang lebih modern dan mudah dijangkau. Di balik persiapan fasilitas itu, ada harapan besar: agar masyarakat perbatasan memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, tanpa terhalang jarak.
Dari Malaka untuk kemanusiaan, pelayanan jantung yang lebih dekat kini sedang dipersiapkan. *
Boni Atolan

















