banner 728x250

PWI Tanjungpinang Siapkan Mahasiswa UMRAH Masuki Dunia Kerja

Program PWI Goes to Campus hadirkan narasumber inspiratif untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, strategi karier, hingga semangat berwirausaha

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang sukses menggelar program Goes to Campus di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), pada Senin 29 Juni 2026. Agenda ini menjadi langkah konkret PWI dalam menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dengan realitas di dunia kerja.

Kegiatan yang mengusung tema “Dari Kampus ke Dunia Kerja” tersebut turut diisi dengan peluncuran buku Tanjungpinang Miang-Miang serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PWI dan Rektorat UMRAH.

banner 325x300

Ketua PWI Tanjungpinang, Suhardi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi perdana ini. Menurutnya, UMRAH menjadi pelopor yang tepat untuk memulai program edukasi berkelanjutan ini.

“Kami berterima kasih kepada Rektor UMRAH. Program Goes to Campus ini tidak akan berhenti di sini, kami akan menyambangi seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Tanjungpinang dan Bintan,” ujar Suhardi.

Senada, Wakil Rektor III UMRAH, Suryadi, menyambut positif inisiatif tersebut. Didampingi Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan UMRAH, Rafki Rasyid, Suryadi menilai kolaborasi ini sangat krusial bagi pengembangan kualitas mahasiswa.

“Konsep yang ditawarkan PWI sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Narasumber yang dihadirkan memberikan wawasan praktis yang tidak didapatkan di ruang kelas,” tegas Suryadi.

Bekal Strategis Menuju Profesionalisme

Dalam sesi diskusi yang dipandu Yoan S. Nugraha, tiga narasumber berbagi “resep” sukses yang menggugah motivasi para mahasiswa:
• Jadikan Hobi sebagai Peluang Bisnis (Fatih Muftih): Founder Mekanikata ini menekankan pentingnya keberanian untuk memulai. Dia membagikan kiat mengubah hobi menulis menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi dan dampak sosial. “Jangan takut salah. Mulai saja dulu, apa pun bisa ditulis. Lama-kelamaan akan terbiasa dan hasilnya akan bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.
• Modal Utama adalah Kejujuran (Satria Imam Pribadi): Owner Sari Mart Tanjungpinang ini berbagi pengalaman inspiratif tentang membangun bisnis dari nol dengan modal pinjaman Rp10 juta. Baginya, integritas dan tekad adalah kunci utama. “Kalau kita yakin dan bersungguh-sungguh dengan kejujuran, maka rezeki itu akan terus mengalir,” kata pria yang juga aktif di HIPMI Tanjungpinang tersebut.
• Bahasa Asing sebagai Nilai Tambah (Rafki Rasyid): Dosen UMRAH sekaligus Ketua Apindo Kota Batam ini memberikan pesan penting terkait daya saing. Menurut Rafki, selain skill akademik, kemampuan bahasa asing menjadi syarat mutlak untuk memenangkan persaingan di dunia usaha saat ini. “Kuasi bahasa asing, termasuk Mandarin jika perlu. Ini adalah tonggak utama yang sangat dicari oleh perusahaan-perusahaan swasta,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi interaksi yang hangat antara mahasiswa dan narasumber, menandai suksesnya kolaborasi awal antara PWI Tanjungpinang dan dunia akademis.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!