MALAKA/SIKKA — Tiga tim muda dari Nusa Tenggara Timur bersiap membawa nama daerah ke arena Piala Soeratin 2026.
Dari wilayah perbatasan RI–RDTL, PS Malaka akan tampil pada kelompok usia U13 dan U15, sementara dari Pulau Flores, Persami Maumere mewakili NTT pada kelompok usia U17.
Keikutsertaan ketiga tim tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan sepak bola usia muda NTT menuju persaingan tingkat nasional.
Berdasarkan Surat Edaran V PSSI tentang pelaksanaan Putaran Nasional Piala Soeratin Tahun 2026, NTT ditempatkan dalam Zona 5 bersama Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat, dengan Jawa Timur sebagai tuan rumah zona.
Babak regional dijadwalkan berlangsung pada 26 September hingga 3 Oktober 2026.
Bagi PS Malaka, keikutsertaan ini memiliki arti tersendiri. Klub yang berasal dari Kabupaten Malaka, wilayah perbatasan RI–RDTL, akan membawa pemain-pemain muda dari daerah perbatasan untuk bersaing dalam kompetisi yang menjadi salah satu ajang penting pembinaan sepak bola usia dini Indonesia.
PS Malaka akan turun pada dua kelompok usia, yakni U13 dan U15.
Sementara itu, dari Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Persami Maumere akan tampil pada kelompok U17.
Tiga Tim, Tiga Kelompok Usia
Komposisi wakil NTT tersebut memperlihatkan keterlibatan pembinaan sepak bola pada tiga jenjang usia.
PS Malaka U13 menjadi salah satu wakil NTT pada kelompok usia paling muda.
Pada kelompok U15, NTT juga mengikutsertakan PS Malaka, dengan dua tim dari kelompok usia tersebut sebagaimana informasi keikutsertaan yang disampaikan.
Sedangkan kelompok U17 diwakili Persami Maumere dari Kabupaten Sikka.
Dengan demikian, perhatian publik sepak bola NTT tidak hanya tertuju pada satu kelompok usia. Tiga jenjang pembinaan—U13, U15 dan U17—akan mendapat ruang untuk menguji kemampuan pemain muda NTT dalam persaingan antardaerah.
Ketatnya Regulasi Usia
PSSI menetapkan ketentuan usia yang harus dipatuhi setiap peserta.
Untuk U17, pemain yang memenuhi ketentuan kelahiran adalah mereka yang lahir 1 Januari 2009 sampai 31 Desember 2010.
Untuk U15, pemain lahir 1 Januari 2011 sampai 31 Desember 2012.
Sementara U13 diperuntukkan bagi pemain kelahiran 1 Januari sampai 31 Desember 2013, dengan ketentuan khusus mengenai penggunaan pemain kelahiran 2014 sesuai kuota yang ditetapkan PSSI.
Selain ketentuan usia, peserta juga wajib memenuhi persyaratan administrasi dan regulasi kompetisi, termasuk status pemain sebagai Warga Negara Indonesia serta ketentuan lisensi pelatih kepala.
Jalan Panjang Menuju Putaran Nasional
Pada babak regional, kompetisi menggunakan sistem grup dengan format single round robin.
Tim yang berhasil menjadi juara grup di zona berhak melanjutkan perjalanan menuju Putaran Nasional.
Pada putaran nasional, kompetisi dilanjutkan melalui fase 8 besar dengan sistem grup single round robin, kemudian semifinal dan final menggunakan sistem pertandingan tunggal.
Artinya, setiap pertandingan di fase regional menjadi bagian penting dalam perjalanan tim untuk melangkah lebih jauh.
Administrasi Tak Boleh Terlewat
Selain persiapan teknis di lapangan, peserta juga harus memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Sejumlah agenda penting yang tercantum dalam informasi PSSI antara lain Managers Meeting pada 21 September 2026, periode penambahan dan pergantian pemain pada 19–23 September 2026, serta batas akhir pengiriman formulir keikutsertaan dan pakta integritas pada 21 September 2026.
Workshop Laws of the Game dan MCM dijadwalkan pada 25 September 2026.
Bagi PS Malaka dan Persami Maumere, tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum memasuki pertandingan.
Dari Perbatasan hingga Flores
Piala Soeratin 2026 sekaligus menjadi ruang bagi daerah-daerah di NTT untuk menunjukkan hasil pembinaan sepak bola usia muda.
Dari Malaka di perbatasan RI–RDTL, PS Malaka membawa kelompok U13 dan U15.
Dari Maumere, Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Persami Maumere akan bertarung pada kelompok U17.
Tiga wakil tersebut kini membawa harapan masing-masing untuk tampil maksimal di Zona 5.
Bagi sepak bola NTT, panggung Piala Soeratin bukan hanya soal hasil pertandingan.
Kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level yang lebih tinggi sekaligus mengukur kemampuan mereka menghadapi tim dari berbagai daerah.
PS Malaka dan Persami Maumere kini bersiap. Dari perbatasan RI–RDTL hingga Pulau Flores, talenta muda NTT akan mendapat panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Editor : Boni Atolan

















