banner 728x250

PPKTL Tegaskan Relokasi Pedagang Gurindam Bukan Penggusuran Paksa

Wali Kota Lis Darmansyah Pastikan Penataan Ekonomi Rakyat

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Isu miring mengenai penggusuran paksa di kawasan Taman Gurindam 12 akhirnya terbantahkan. Persatuan Pedagang Kuliner Tepi Laut (PPKTL) memastikan bahwa pemindahan pedagang ke Melayu Square dan Anjung Cahaya adalah langkah relokasi yang telah disepakati bersama.

Ketua PPKTL, Ridwan, meminta seluruh pedagang dan pelaku UMKM tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh provokasi oknum tertentu. Dia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil dialog transparan antara pemerintah dan para pedagang.

banner 325x300

“Jangan terprovokasi oleh pernyataan oknum tertentu. Sosialisasi sudah dilaksanakan secara langsung. Kita semua juga telah menyepakati apa yang disampaikan Pak Wali (Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah),” ujar Ridwan saat ditemui di kawasan Tepi Laut, pada Rabu 24 Juni 2026.

Pemerintah Aspiratif, Bukan Main Gusur

Dukungan serupa datang dari Gerakan Bersama Keadilan untuk Rakyat (GEBER) Kepri. Said Ahmad Syukri menilai, Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemprov Kepri justru menunjukkan kepedulian nyata terhadap ekonomi kerakyatan melalui kebijakan ini.

Menurut Said, langkah pemerintah sangat aspiratif karena mengedepankan komunikasi, bukan tindakan sepihak.

“Tidak ada yang digusur, tapi direlokasi ke tempat yang juga telah dibicarakan dan disepakati bersama pelaku UMKM. Pemerintah kota sangat aspiratif, dengan sebelumnya membangun dialog. Tidak main angkut,” tegas Said.

Adil Tanpa Kepentingan Politik

Menjawab kekhawatiran adanya “titipan” dalam penempatan lapak baru, Said memastikan bahwa proses relokasi berlangsung adil. Penempatan titik di lokasi baru dilakukan melalui mekanisme undian untuk menghindari kecemburuan sosial.

“Tidak ada kepentingan politik pemerintah dalam hal ini. Penempatan dilakukan melalui undian. Pelaku UMKM direlokasi selama proses penataan berlangsung, bukan digusur,” tambahnya.

Merespons adanya segelintir pedagang yang masih termakan isu miring, Said mengajak semua pihak untuk menghormati kesepakatan yang telah dibuat. Dia juga mendorong pemerintah agar bersikap tegas dalam menindaklanjuti rencana relokasi ini agar kawasan Tepi Laut segera tertata rapi demi kenyamanan pengunjung dan kesejahteraan pedagang.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!