banner 728x250

PKM Universitas Nusa Nipa Berdayakan Guru dan Siswa Disabilitas SLB Bhakti Luhur Maumere

banner 120x600
banner 468x60

Maumere, Sikka — RadarPerbatasan.com

Upaya memperkuat kesehatan, keterampilan, jiwa kewirausahaan dan kemandirian siswa berkebutuhan khusus terus dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dengan satuan pendidikan khusus.

banner 325x300

Hal itu diwujudkan melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemendiktisaintek Tahun 2026 di SLB Bhakti Luhur Maumere, Kabupaten Sikka, yang berlangsung selama dua hari, 30 September hingga 1 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua dan Tim PKM, dosen serta mahasiswa untuk memberikan pelatihan, pendampingan sekaligus praktik langsung kepada guru, tenaga kependidikan dan perwakilan siswa dari jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB.

Program ini mengangkat tema “Pemberdayaan Guru dan Siswa Disabilitas melalui Trias UKS dan Kriya Inklusif untuk Meningkatkan Kesehatan Jiwa dan Kewirausahaan SLB Bhakti Luhur”, serta “Pemberdayaan Siswa Disabilitas melalui Kesehatan dan Jiwa Kewirausahaan di SLB Bhakti Luhur.”

Tim PKM melibatkan dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa Maumere, di antaranya Ibu Yani, Ibu Meidy, Ibu Lis, Ibu Mindih dan Pak Nong Baba, bersama mahasiswa. Kegiatan tersebut juga melibatkan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero melalui Eugenius Besli, S.Ak., M.Ak.

Pelaksanaan program diarahkan untuk membangun kemitraan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan khusus dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, keterampilan serta kemandirian siswa berkebutuhan khusus.

Para guru memperoleh penguatan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam memberikan layanan kepada siswa. Sementara para siswa mendapatkan pengalaman praktik sesuai kemampuan, minat, bakat dan kebutuhan masing-masing.

Pendekatan yang digunakan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga pelatihan, pendampingan dan praktik secara langsung sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah pengembangan kriya inklusif berbasis kewirausahaan. Para siswa diperkenalkan dengan keterampilan kriya sekaligus strategi pemasaran kreatif, termasuk pemasaran secara daring sederhana.

Program ini juga memperkenalkan dasar-dasar manajemen kewirausahaan bagi siswa berkebutuhan khusus yang memiliki potensi di berbagai bidang keterampilan.

Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari persiapan life skill siswa setelah menyelesaikan pendidikan di SLB Bhakti Luhur Maumere.

“Dengan kegiatan ini mereka dilatih untuk mengembangkan potensi dan hasilnya dapat dipublikasi kepada masyarakat sehingga mendatangkan kesejahteraan, baik bagi murid maupun guru. Hal ini perlu ada admin khusus yang mampu mengakses setiap hasil karya siswa,” tandas Ibu Yani dalam sambutan penutupan kegiatan.

Kepala Sekolah Apresiasi Kemitraan

Kepala SLB Bhakti Luhur Maumere, Suster Corrie, ALMA, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ketua beserta Tim PKM yang telah memilih SLB Bhakti Luhur sebagai sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami amat berterima kasih atas pendampingan dan kerja sama dari Universitas Nusa Nipa Maumere. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi guru, tenaga kependidikan beserta murid, khususnya dalam meningkatkan kemampuan, kemandirian, kesehatan, keterampilan dan kebersihan serta keindahan lingkungan sekolah yang asri,” kata Suster Corrie.

Menurutnya, kegiatan PKM tersebut menjadi kesempatan bagi guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung.

Pendekatan berbasis praktik diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, inklusif dan ramah bagi siswa berkebutuhan khusus.

Selain pelatihan dan pendampingan, Tim PKM juga menyerahkan berbagai sarana pendukung kepada sekolah, antara lain peralatan UKS, bak sampah serta peralatan keterampilan seperti perlengkapan kriya, menjahit dan melukis.

“Kegiatan ini dengan pengadaan berbagai peralatan, baik UKS, bak sampah, alat keterampilan seperti kriya, menjahit dan melukis, diserahkan menjadi aset sekolah. Luar biasa,” ujar Suster Corrie.

Ia berharap seluruh sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru untuk melatih dan membangun kemandirian siswa berkebutuhan khusus di SLB Bhakti Luhur Maumere.

Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada SLB Bhakti Luhur serta penyerahan aset pendukung program. Pihak sekolah juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Tim PKM sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan pendampingan yang telah dilakukan.

Semangat kegiatan tersebut dirangkum dalam pesan: “Melayani dengan kasih, memberdayakan dengan harapan, membangun kemandirian anak berkebutuhan khusus.”

Yuven Fernandez

banner 325x300
error: Content is protected !!