Sumba Barat, NTT — Radar Perbatasan.Com
Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat. Di tengah kehilangan dan situasi yang masih menjadi perhatian publik, keluarga korban penembakan menerima kedatangan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Nusa Tenggara Timur bersama Kapolres Sumba Barat dan unsur pemerintah setempat.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kedinasan. Di rumah duka, rombongan kepolisian datang menyampaikan belasungkawa sekaligus pesan agar suasana tetap tenang dan kedamaian di tengah masyarakat tetap terjaga.
Rombongan Polda NTT dipimpin Dirintelkam Polda NTT Kombes Pol Danang Kuswoyo, S.I.K. bersama Kabid TIK Polda NTT Kombes Pol Yoseph Krisbiyanto, S.I.K. Mereka didampingi Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, S.S., M.H., jajaran PJU Polres Sumba Barat, serta unsur Pemerintah Kecamatan Loli dan Pemerintah Desa setempat.
Kedatangan rombongan disambut baik oleh keluarga yang tengah berduka.
Dalam suasana penuh kekeluargaan itu, pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden penyerangan Mapolres Sumba Barat yang terjadi pada Selasa, 15 September 2026.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi di tengah situasi yang membutuhkan ketenangan dan sikap saling menahan diri.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
“Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya korban. Kehadiran para PJU Polda NTT bersama Kapolres Sumba Barat di rumah duka merupakan bentuk kepedulian institusi kepolisian kepada warga, sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi serta menjaga kedamaian di tengah keluarga yang sedang ditinggalkan,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Menurut Kabidhumas, kepolisian tetap mengedepankan pendekatan dialogis dan kekeluargaan dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pesan serupa disampaikan Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali. Di hadapan keluarga korban, ia menyampaikan belasungkawa dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi suasana duka.
“Kami menyampaikan turut berduka cita atas apa yang menimpa korban dan keluarga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suasana duka ini,” ujar Kapolres.
Lebih jauh, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumba Barat.
Masyarakat juga diimbau tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memperkeruh keadaan maupun memecah persatuan.
Persoalan yang berkaitan dengan hukum, kata dia, hendaknya diserahkan kepada mekanisme dan prosedur hukum yang berlaku.
Di tengah suasana duka tersebut, kunjungan jajaran Polda NTT dan Polres Sumba Barat memperlihatkan satu pesan penting: ketika sebuah peristiwa meninggalkan luka, ruang dialog dan kemanusiaan tetap diperlukan agar masyarakat tidak semakin terpecah.
Kepolisian berharap komunikasi antara aparat penegak hukum, pemerintah dan masyarakat terus terjaga sehingga situasi keamanan di bumi Sumba tetap aman dan kondusif.
Yuven Fernandez

















