banner 728x250

Pj. Sekdaprov Kepri: Jangan Ada Lagi Aplikasi Tumpang Tindih di Era Digital

Rakor Diskominfo se-Kepri dorong integrasi data, pemerataan internet, penguatan keamanan siber, dan pemanfaatan AI untuk layanan publik

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Sekdaprov Kepri) Luki Zaiman Prawira menegaskan bahwa transformasi digital pemerintahan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi nyata antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Luki saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas Komunikasi dan Informatika se-Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Aula Graha Kepri, Kota Batam, pada Selasa, 10 Februari 2026.

banner 325x300

“Kita tidak lagi berbicara soal siapa yang paling unggul. Yang terpenting adalah bagaimana kita berjalan beriringan. Di 2026, sinergi tidak boleh berhenti di koordinasi administratif, tetapi harus menjadi kolaborasi eksekusi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Luki.

Menurutnya, Diskominfo se-Kepulauan Riau harus menjadi satu kesatuan yang solid dalam menghadirkan layanan digital yang inklusif, termasuk bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar, dengan kualitas setara kawasan perkotaan.

Dalam arahannya, Luki menekankan empat fokus utama yang perlu diperkuat secara lintas daerah. Pertama, integrasi data dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) agar tidak terjadi tumpang tindih aplikasi serta mendukung pengambilan kebijakan yang cepat dan akurat.

Kedua, pemerataan akses informasi dan internet, dengan peran Diskominfo Provinsi sebagai penghubung ke pemerintah pusat dan Diskominfo kabupaten/kota sebagai ujung tombak di lapangan, khususnya dalam menekan wilayah blank spot.

Ketiga, penguatan keamanan siber, mengingat ancaman digital bersifat lintas wilayah dan membutuhkan manajemen insiden yang terkoordinasi. Keempat, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), termasuk Generative AI, untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik.

“Saya berharap Rakor ini melahirkan kesepakatan konkret, kolaborasi program yang nyata, pertukaran SDM, pembinaan berkelanjutan, serta pemanfaatan infrastruktur secara lebih efisien,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kepri Hendri Kurniadi menegaskan peran strategis Diskominfo sebagai pusat transformasi digital daerah, pengelola komunikasi publik dan transparansi, keamanan informasi dan persandian, serta pengelola statistik dan data.

Dia menekankan pentingnya sinergi antara Diskominfo Provinsi dan Diskominfo Kabupaten/Kota dalam menyelaraskan komunikasi publik, layanan informasi, integrasi pemerintahan digital lintas daerah, serta penguatan penyelenggaraan Satu Data Indonesia di tingkat daerah.

Rakor ini juga diisi dengan pemaparan dari Bappeda Kepri dan para Kepala Dinas Kominfo kabupaten/kota, yang menjadi forum strategis untuk membahas tantangan transformasi digital sekaligus merumuskan langkah kolaboratif ke depan.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Fik

banner 325x300
error: Content is protected !!