banner 728x250

Petrus J. R. Mau Diduga Dikeroyok di Depan Rusunawa BTN Km 9, Pelita Belu: Polisi Jangan Lamban!

banner 120x600
banner 468x60

Kefamenanu –

Kasus dugaan pengeroyokan terhadap Petrus Jenever Rasyid Mau yang akrab disapa Peter Mau, di kawasan BTN Kilometer 9, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menuai kecaman keras dari Pelita Belu.

banner 325x300

Ketua Umum Pelita Belu, Adam Mario Wilson Brait, yang akrab disapa Wilson, mendesak aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus tersebut dan memastikan proses hukum berjalan secara adil serta transparan.

Wilson menyebut dugaan pengeroyokan terhadap Petrus J.R. Mau sebagai tindakan yang sangat memprihatinkan dan tidak manusiawi. Menurutnya, kasus kekerasan semacam itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum.

“Kami mengecam keras dugaan pengeroyokan yang terjadi di wilayah BTN Kilometer 9. Kami meminta pihak keamanan, khususnya kepolisian, segera mengusut kasus ini sampai tuntas. Jangan sampai proses hukum berjalan lamban sehingga korban dan keluarga terus menunggu kepastian,” tegas Wilson kepada media, Kamis (3/9/2026).

Ia berharap aparat dapat membuka seluruh fakta di balik kejadian tersebut melalui proses penyelidikan yang profesional dan objektif. Jika dalam proses hukum ditemukan pihak yang terbukti terlibat, Wilson meminta agar mereka segera diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Korban dan keluarga berhak mendapatkan keadilan. Kami berharap kasus ini diusut seadil-adilnya sehingga ada kepastian hukum dan rasa keadilan bagi korban serta keluarganya,” ujarnya.

Selain kasus dugaan pengeroyokan, Wilson turut menyoroti persoalan keamanan di kawasan BTN Kilometer 9.

Ia menilai kondisi keamanan yang dinilai masih minim telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Karena itu, aparat keamanan diminta meningkatkan pengawasan dan memastikan lingkungan tersebut benar-benar aman bagi warga.

“Kami juga mengecam minimnya keamanan di wilayah BTN Kilometer 9 yang sangat meresahkan masyarakat. Masyarakat harus mendapatkan rasa aman. Jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi karena lemahnya pengawasan keamanan,” kata Wilson.

Pelita Belu, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan kasus tersebut. Pihaknya memberikan ruang kepada kepolisian untuk menjalankan proses penyelidikan karena kasus tersebut telah ditangani oleh aparat keamanan.

Namun, Wilson menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila penanganan kasus berjalan lamban tanpa kejelasan.

“Dalam beberapa hari ke depan kami akan menunggu informasi resmi dari pihak keamanan dan kepolisian. Kami berharap ada perkembangan yang jelas. Jika kasus ini lamban ditangani tanpa kepastian, Pelita Belu tidak akan tinggal diam dan akan terus menyuarakan keadilan bagi korban,” tegasnya.

Wilson menegaskan bahwa sikap Pelita Belu bukan untuk mengintervensi proses hukum, melainkan mendorong aparat agar bekerja secara profesional dan memberikan kepastian kepada korban serta keluarganya.

Ia meminta kepolisian segera mengungkap fakta kasus, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, dan mengambil langkah hukum terhadap siapa pun yang nantinya terbukti bersalah.

“Sikap kami tegas. Segera ungkap kasus ini, tangkap dan proses pihak yang terbukti terlibat sesuai hukum, serta berikan keadilan kepada korban. Jangan biarkan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum,” tutup Wilson.

Editor: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!