Maumere, Sikka. Radar Perbatasan. Com
Menyambut Hari Musik Sedunia. Sanggar SENI BO’A JO’ANG SiKKA Kembali terpilh mewakili NTT dalam Ajang festival Musik Tradisional memperingati Hari Musik Dunia Di Kalimantan Selatan.
“Melalui proses kurasi dan Penilaian Sanggar Bo’a Jo’ang membuktikan kualitas kreativitas serta Inovatif dalam bermusik tradisi ,Musik tradisional Sikka patut diperhitungan dalam Kanca Nasional, ” ujar Ketua Sanggar Yanuarius Kristanto Bapa Senin ( 22/6/2026).
Arys demikian disapa mengatakan Sanggar yang berdiri tahun 2023, walau baru 3 tahun tapi sudah mampu menunjukkan kebolehannya di tingkat nasional seperti Lokovasi 2024 di Malang Jawa Timur dan Gamelan Entnin Musik Fest Krawitan Indonesia di Solo.
“Sanggar Bo’a Jo’ang dipercaya mengisi pementasan bergengsi dari kancah lokal hingga nasional seperti Lokovasia Malang, Gamelan Fest Solo dan Festival Jelajah Maumere, ” tegas Arys.
Dikatakan, Sanggar ini didukung talenta muda lokal yang terlatih, disiplin dan berdedikasi tinggi dalam menjaga keaslian gerak serta ekspresi tari khas daerah Sikka. Juga menghadirkan tabuhan musik tradisional live yang autentik. Dentuman Gong Waning dan Instrumen lokal siap membawa atmosfer sakral.
Ajang Festival Musik Tradisional akhir Juni 2026, kata Arys Sanggar Bo’a Jo’ang akan menampilkan Musik Tradisional Gong Waning. “Kita siap tampil dan akan menyuguhkan yang terbaik, ” katanya optimis.
Arys berkomentar, Musik. Tradisi akan tetap dilestarikan bagi generasi muda. Musik Tradisi akuinya lagi tidak akan terlepas dari pakem dasar dan akar budayanya. Musik Tradisi terus bersinar dalam balutan harapan yang kreatif dan inovatif.
” Hadirnya Sanggar Bo’a Jo’ang bertujuan agar budaya tradisi tidak akan hilang namun perlu dijadikan sebagai jati diri dari budaya itu sendiri, “pungkasnya
Yuven Fernandez

















