BATAM – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Batam berlangsung dengan nuansa berbeda. Jaringan Safe Migrant Peduli Perempuan dan Anak yang terdiri dari 15 lembaga dan organisasi menggelar rangkaian kegiatan edukatif dengan menghadirkan pendongeng nasional Heru Parkoso atau yang akrab disapa Kak Heru.
Mengusung tema “Merawat Bumi Rumah Kita Bersama”, rangkaian kegiatan dimulai pada 21–22 Juli 2026 melalui workshop bagi guru TK, PAUD, dan para pegiat sosial anak. Puncak peringatan digelar pada Rabu (23/7/2026) dengan roadshow mendongeng di sejumlah sekolah dan PAUD di Kota Batam, di antaranya HSBM Sekupang, PAUD TBGB Punggur, serta PAUD Kuntum Batam Little Angel, Kampung Air, Batam Centre.
Penampilan Kak Heru berhasil memikat perhatian anak-anak. Melalui cerita-cerita yang inspiratif, ia mengajak anak-anak mencintai lingkungan, menanamkan nilai kepedulian, serta membangun karakter sejak usia dini. Suasana penuh tawa dan keceriaan mewarnai setiap sesi dongeng.
Ketua Jaringan Safe Migrant Peduli Perempuan dan Anak, Musa Mau, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak agar memenuhi hak-hak anak.
“Anak harus diperlakukan secara istimewa karena mereka memiliki hak untuk hidup, memperoleh perlindungan, tumbuh dan berkembang, serta berpartisipasi di ruang publik tanpa kekerasan maupun intimidasi. Masa anak-anak adalah masa emas yang tidak boleh dirampas dengan cara apa pun,” ujarnya.
Musa juga menyoroti masih tingginya angka kasus kekerasan terhadap anak di Kota Batam, meski daerah tersebut telah menyandang predikat Kota Layak Anak kategori Nindya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius dan membutuhkan langkah nyata dari pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap pemerintah menjadikan perlindungan anak sebagai prioritas dan membuka ruang kolaborasi dengan organisasi masyarakat, komunitas, serta berbagai pihak untuk bersama-sama menekan angka kekerasan terhadap anak di Kota Batam,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai upaya yang selama ini dilakukan kelompok masyarakat dalam memberikan pendampingan, edukasi, dan perlindungan kepada anak sejatinya merupakan tanggung jawab bersama yang perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Jaringan Safe Migrant Peduli Perempuan dan Anak berharap semakin banyak pihak terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, sehingga setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Laporan: Sebastian – Batam

















