BINTAN, Radar Perbatasa.com – Nasib malang menimpa Sutiyo (49). Warga Perumahan Kijang Kencana, Kota Tanjungpinang, ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah sempat dilaporkan hilang saat menyuluh atau mencari udang di perairan Pantai Lobo, Trikora Km 42, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, pada Kamis 13 Agustus 2026.
Peristiwa bermula ketika korban turun ke laut pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB untuk mencari udang. Namun, hingga pukul 04.45 WIB, keberadaan korban tak kunjung diketahui. Rekan-rekan korban bersama warga sekitar yang panik langsung berinisiatif melakukan penyisiran awal sekaligus melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kewilayahan.
Mendapati laporan tersebut, Babinsa Desa Teluk Bakau Koramil 02/Bintim, Koptu Ventri Putra, langsung bergerak cepat menuju lokasi. Bersama warga, dia melakukan penyisiran awal menggunakan speedboat BBC Resort.
Tak lama berselang, Tim SAR Gabungan tiba di lokasi pada pukul 10.20 WIB dan langsung memperluas sektor pencarian. Setelah berjibaku menyisir perairan Pantai Lobo selama beberapa jam, korban akhirnya berhasil ditemukan pada pukul 15.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia.
“Kami bersama Tim SAR Gabungan dan masyarakat berupaya semaksimal mungkin melakukan pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan. Selanjutnya korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kawal untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Koptu Ventri Putra.
Atas musibah ini, jajaran TNI dan Tim SAR menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Koptu Ventri juga mengimbau masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di laut pada malam hingga dini hari.
“Kejadian ini menjadi perhatian bersama agar masyarakat yang melakukan aktivitas di laut, khususnya pada malam hingga dini hari, selalu memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan alat keselamatan dan penerangan yang memadai, serta tidak melaut seorang diri,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, warga pesisir juga diingatkan agar senantiasa berkoordinasi dengan aparat kewilayahan apabila menghadapi situasi darurat guna mempercepat proses pencarian dan pertolongan.
Editor: Budi Adriansyah

















