banner 728x250

Penataan Dadaha Jangan Berhenti pada Wacana, MAUNG Tasikmalaya Minta Target, Progres dan Kepastian Dibuka ke Publik

banner 120x600
banner 468x60

TASIKMALAYA, JABAR — Penataan Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya tidak cukup hanya ditandai rapat, konsep, dokumen perencanaan, atau pembangunan fisik. Publik membutuhkan ukuran yang lebih konkret: apa targetnya, sejauh mana capaiannya, berapa anggaran yang telah digunakan, dan kapan manfaat penataan benar-benar dirasakan masyarakat.

Ketua DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya, Drs. Oki D. Mustari, meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya membuka secara transparan arah, target, tahapan, serta progres penataan kawasan Dadaha.

banner 325x300

Menurut Oki, sorotan Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya mengenai lambatnya progres dan belum optimalnya sosialisasi harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Kami mendukung penataan Dadaha. Tetapi pertanyaannya sederhana: apa targetnya? Berapa yang sudah tercapai? Dan kapan warga menikmati hasilnya? Jangan biarkan proyek ini hanya berjalan di atas kertas tanpa bukti nyata di lapangan,” tegas Oki, Jumat (25/9/2026).

Harus Terukur dan Terhubung dengan RPJMD

Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menetapkan visi pembangunan yang kemudian diterjemahkan dalam RPJMD 2025–2029. Karena itu, menurut MAUNG, penataan Dadaha semestinya dapat ditempatkan dalam kerangka pembangunan daerah dan memiliki indikator yang dapat diukur.

Penataan kawasan tersebut, kata Oki, tidak boleh berjalan sebagai agenda yang terpisah dari arah pembangunan Kota Tasikmalaya.

“Jangan sampai kita mengaku pembangunan sudah berjalan hanya karena ada bangunan fisik berdiri. Keselarasan dengan visi-misi harus dibuktikan dengan data dan capaian,” ujarnya.

Lima Pertanyaan Publik untuk Pemkot

MAUNG Kota Tasikmalaya merumuskan lima hal yang dinilai perlu dijelaskan Pemerintah Kota Tasikmalaya kepada masyarakat.

Pertama, apa target penataan Dadaha dalam dokumen perencanaan?

Pemkot diminta membuka indikator keberhasilan, target tahunan, serta tolok ukur penataan agar masyarakat dapat mengetahui tujuan yang hendak dicapai.

Kedua, berapa realisasi hingga September 2026?

MAUNG meminta data rencana dibandingkan dengan realisasi, termasuk progres fisik, anggaran yang telah dikeluarkan, kegiatan yang telah selesai, serta pekerjaan yang masih tertunda.

Ketiga, apakah penataan Dadaha selaras dengan visi-misi Wali Kota?

Menurut MAUNG, penataan harus memiliki keterkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi masyarakat, serta prinsip pembangunan berkelanjutan.

Keempat, apa dampaknya bagi masyarakat?

Penataan tidak semata-mata diukur dari perubahan visual kawasan. MAUNG menilai perlu ada manfaat yang dapat dirasakan dan diukur, antara lain dari sisi kenyamanan, keamanan, akses publik, lalu lintas, keteraturan parkir, lingkungan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi PKL dan pelaku usaha kecil di sekitar kawasan.

Kelima, siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahapan?

Setiap target, menurut MAUNG, perlu memiliki kejelasan OPD penanggung jawab, sumber anggaran, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme evaluasi.

Minta Masterplan dan Progres Dibuka

Oki menegaskan Dadaha merupakan ruang publik strategis sehingga proses penataannya harus dapat diketahui dan diawasi masyarakat.

DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya meminta Pemkot membuka masterplan, tahapan pekerjaan, indikator keberhasilan, rincian anggaran, dan laporan progres penataan Dadaha kepada publik.

“Kami bukan menolak penataan. Kami meminta pembuktian. Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan dengan hasil yang terlihat, bukan narasi yang diulang-ulang. Tunjukkan datanya, tunjukkan progresnya, dan berikan kepastian kapan Dadaha benar-benar milik warga kembali dengan lebih baik,” tegas Oki.

Ia menilai keberhasilan penataan Dadaha pada akhirnya tidak hanya terlihat saat sebuah proyek selesai atau diresmikan. Ukuran pentingnya adalah manfaat yang dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

“Dadaha ditata untuk manusia yang beraktivitas di dalamnya, bukan sekadar untuk foto dokumentasi. Visi-misi sudah ditetapkan, RPJMD sudah menjadi pedoman. Sekarang tinggal satu pertanyaan sederhana yang harus dijawab Pemkot: sejauh mana target itu sudah diwujudkan di lapangan?” pungkas Oki D. Mustari.

Publisher: TIM/RED
Penulis: TIM MAUNG Kota Tasikmalaya
Ket Foto: Ilustrasi (Ist)

banner 325x300
error: Content is protected !!