banner 728x250

Pembangunan Kapela Santo Paulus Dusun Oelmuke Desa Tasinifu TTU Simbol Hadirnya Negara Melalui TNI

banner 120x600
banner 468x60

Kefamenanu. Radar Perbatasan. Com

Di balik sejuknya pegunungan Mutis yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), terpancar semangat persaudaraan yang begitu kuat. Personel Kodim 1618/TTU bersama masyarakat Dusun Oelmuke, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara, bergandengan tangan melanjutkan pembangunan Kapela Santo Paulus dalam Program Bakti TNI AD untuk Rakyat, Senin (20/7/2026).

banner 325x300

Bukan sekadar membangun rumah ibadah, kegiatan ini menjadi simbol hadirnya negara melalui pengabdian TNI yang menyentuh kehidupan masyarakat hingga wilayah terdepan Indonesia.

Pemandangan di lokasi pembangunan memperlihatkan potret kemanunggalan yang begitu erat. Tanpa mengenal batas antara prajurit dan warga, seluruh elemen masyarakat larut dalam semangat gotong royong.

Ada yang mengangkat batu, menyiapkan adukan semen, merapikan fondasi, hingga memindahkan material bangunan secara bergantian. Tawa, canda, dan kerja sama yang terjalin di tengah aktivitas tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan terbesar dalam membangun daerah lahir dari kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kampung halaman.

Dalam Hal ini Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos. menyampaikan bahwa pembangunan Kapela Santo Paulus merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan RI–RDTL. Menurutnya, Program Bakti TNI AD untuk Rakyat tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun optimisme, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa.

“Kami berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai target dengan dukungan penuh dari masyarakat, sehingga hasilnya benar-benar menjadi milik bersama dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kekompakan selama proses pembangunan berlangsung. Ia menegaskan bahwa setiap tenaga, setiap batu yang diangkat, dan setiap langkah yang dilakukan bersama merupakan bentuk pengabdian kepada sesama serta wujud cinta terhadap daerah perbatasan. Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara, pembangunan Kapela Santo Paulus diharapkan menjadi pusat pembinaan iman, mempererat tali persaudaraan, sekaligus menjadi ikon keberhasilan kolaborasi TNI dan masyarakat dalam membangun negeri dari wilayah perbatasan.

Dari Dusun Oelmuke, semangat gotong royong yang lahir di tapal batas Indonesia menjadi pesan kuat bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, tidak ada cita-cita pembangunan yang mustahil untuk diwujudkan.

Sumber : Rilis PENDIM 1618/TTU

Yuven Fernandez

banner 325x300
error: Content is protected !!