banner 728x250

Pelajar Jadi Korban Terbanyak, 1.600 Kecelakaan Motor Terjadi di Kepri Sepanjang 2025

Polda Kepri: Rata-rata 138 Laka per Bulan, Edukasi dan Rambu Jalan Jadi Sorotan

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Kepulauan Riau masih memprihatinkan. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 1.600 kasus kecelakaan, dengan kendaraan roda dua sebagai penyumbang terbesar dan pelajar menjadi kelompok korban yang paling dominan.

Data tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat dalam pertemuan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPP) Kepri, pada Rabu, 28 Januari 2026, di Komplek Kantor Gubernur Kepri, Dompak.

banner 325x300

“Rata-rata terjadi 138 kecelakaan lalu lintas setiap bulan. Ini bukan angka kecil dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menekan pelanggaran serta kecelakaan, terutama yang melibatkan pelajar,” ujar Taufiq.

Menurutnya, sebagian besar kecelakaan di Kepri melibatkan sepeda motor yang digunakan pelajar untuk aktivitas sehari-hari. Minimnya kesadaran keselamatan, ditambah kondisi jalan di sejumlah titik, dinilai menjadi faktor pemicu tingginya angka kecelakaan.

“Motor masih mendominasi, dan banyak korbannya adalah pelajar. Karena itu, edukasi keselamatan berlalu lintas harus terus digencarkan, disertai pemasangan rambu-rambu peringatan yang mudah terlihat pengendara,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Polda Kepri memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Forum LLAJ. Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari menyatakan dukungannya terhadap upaya tersebut, khususnya dalam penyediaan data kondisi jalan.

DPUPP Kepri, kata Rodi, akan mengoptimalkan Aplikasi SIJANTAN (Sistem Informasi Jalan dan Jembatan) untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi jalan dan jembatan di wilayah Kepulauan Riau.

“Informasi kondisi jalan di SIJANTAN akan kami sampaikan secara berkala kepada Dirlantas Polda Kepri. Harapannya, ini bisa menjadi bahan peringatan dini dan meningkatkan kewaspadaan pengendara, terutama pengguna sepeda motor,” jelas Rodi.

Melalui penguatan edukasi, pemasangan rambu peringatan, serta pemanfaatan data kondisi jalan, pemerintah daerah dan kepolisian berharap angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pelajar, dapat ditekan secara signifikan.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!