TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Pulau Penyengat, tanah bersejarah di Kepulauan Riau, bakal segera memiliki ikon kebanggaan baru. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, memastikan rencana pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional kini telah memasuki tahap persiapan akhir.
Proyek strategis ini dijadwalkan mulai dikerjakan lewat ground breaking pada minggu pertama Agustus 2026.
“Insyaallah, setelah review awal oleh BPKP selesai, minggu pertama Agustus 2026 kita mulai ground breaking pembangunan museum dan monumen bahasa ini,” ujar Ansar di sela kegiatan Penyengat Heritage 2026, pada Sabtu 20 Juni 2026.
Target Satu Abad Sumpah Pemuda
Pembangunan museum ini dirancang dengan skema tahun jamak (multi years) selama dua tahun. Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan konstruksi fisik rampung sepenuhnya pada akhir 2027.
Ansar memiliki visi besar terkait kehadiran monumen ini. Dia berharap peresmiannya dapat dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada 28 Oktober 2028, bertepatan dengan satu abad peringatan Sumpah Pemuda.
“Ini adalah bukti sejarah bahwa pulau kecil ini telah memberikan sumbangsih sangat besar bagi persatuan dan kesatuan bangsa melalui bahasa Melayu,” tegas Ansar.
Pengakuan Dunia untuk Raja Ali Haji
Langkah Pemprov Kepri membangun monumen ini dinilai sangat tepat sebagai bentuk penghormatan atas jejak pemikiran Raja Ali Haji. Nama tokoh sastrawan besar ini bahkan telah mendapatkan pengakuan internasional.
Salah satu bukti nyata adalah keberadaan patung Raja Ali Haji di Magtymgyly Pyragy Park, Turkmenistan. Patung tersebut bersanding dengan 24 pahlawan literatur, penyair, dan pemikir ternama dari berbagai penjuru dunia.
“Ini menunjukkan tokoh kita telah diakui dunia,” ungkap Ansar dengan bangga.
Semakin Mendunia
Popularitas Pulau Penyengat pun kian menanjak di kancah global. Saat promosi pariwisata Bintan Resort di New York, Amerika Serikat, Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi yang paling banyak diburu oleh calon wisatawan maupun pelaku industri pariwisata internasional.
Ansar berkomitmen untuk terus mendorong Pulau Penyengat agar semakin dikenal luas.
“Kita harus terus mendorong agar Pulau Penyengat yang sebenarnya sudah mendunia ini menjadi semakin mendunia. Kita ingin warisan sejarah, budaya, dan bahasa yang lahir dari sini semakin dikenal masyarakat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ron

















