banner 728x250

Monumen Bahasa Nasional Segera Dibangun di Pulau Penyengat

Proyek bersejarah ini ditargetkan rampung bertepatan dengan 100 Tahun Sumpah Pemuda, menjadi kado istimewa bagi bangsa Indonesia serta penghormatan tertinggi bagi Raja Ali Haji

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Pulau Penyengat, saksi bisu lahirnya bahasa pemersatu bangsa, kini bersiap menjadi pusat sejarah Bahasa Indonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) memastikan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni, menegaskan bahwa kehadiran monumen ini bukan sekadar proyek fisik semata. Ini adalah bentuk penghormatan mendalam atas jasa besar Raja Ali Haji, sastrawan besar yang melalui Gurindam Dua Belas (1847), telah membakukan bahasa Melayu yang kini menjadi Bahasa Indonesia.

banner 325x300

“Jika dunia sudah memberikan penghormatan kepada Raja Ali Haji, maka sudah sewajarnya kita mewujudkan mimpi besar membangun Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat,” ujar Misni di Gedung Daerah, Tanjungpinang, pada Senin 29 Juni 2026.

Kesiapan Administrasi Tuntas

Langkah cepat Pemprov Kepri ini didukung dengan rampungnya persyaratan krusial. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari, menyebutkan bahwa hampir seluruh syarat lelang, mulai dari Studi Kelayakan (FS), Detail Engineering Design (DED), hingga dokumen lingkungan, telah tuntas.

Bahkan, reviu Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dari BPKP Kepulauan Riau pun sudah dikantongi.

“Pembangunan ini cukup kompleks karena berada di kawasan cagar budaya. Oleh sebab itu, seluruh tahapan harus mengikuti ketentuan agar proses pembangunan berjalan sesuai aturan,” jelas Rodi.

Target dan Anggaran

Pemprov Kepri bergerak cepat dengan jadwal yang ketat. Berikut adalah lini masa proyek strategis tersebut:
• Juli 2026: Proses lelang dimulai.
• Awal Agustus 2026: Ground breaking (peletakan batu pertama) yang direncanakan dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
• Durasi Pembangunan: 17 bulan.
• Target Peresmian: Tahun 2028, bertepatan dengan 100 Tahun Sumpah Pemuda.

Untuk memuluskan pembangunan ini, anggaran telah dialokasikan melalui APBD dengan rincian:
• Tahun 2026: Rp30,8 miliar
• Tahun 2027: Rp70,2 miliar

Warisan untuk Masa Depan

Bagi Pemprov Kepri, monumen ini adalah simbol identitas bangsa. Bahasa Indonesia yang kita gunakan hari ini berakar dari Pulau Penyengat. Pembangunan ini menjadi pengingat sejarah agar generasi mendatang tidak melupakan akar lahirnya bahasa pemersatu.

“Monumen Bahasa Nasional ini adalah mimpi masyarakat Kepulauan Riau sekaligus hadiah bagi daerah. Dari pulau kecil bernama Penyengat, lahir bahasa yang kini mempersatukan seluruh bangsa Indonesia dan dikenal hingga tingkat internasional,” tutup Misni.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ky

banner 325x300
error: Content is protected !!