BINTAN, Radar Perbatasan.com – Pagi itu, Sabtu 21 Maret 2026, matahari di ufuk timur Bintan bersinar lebih cerah dari biasanya. Lapangan Mako Polres Bintan yang biasanya kental dengan nuansa disiplin dan baris-berbaris, mendadak berubah menjadi lautan putih yang khidmat.
Di bawah langit Idul Fitri 1447 H, Kapolres Bintan, AKBP Argya Satrya Bhawana, membaur bersama jajaran Pejabat Utama (PJU), personel, dan keluarga besar Polres Bintan untuk melaksanakan ibadah Sholat Ied berjamaah.
Lebih dari Sekadar Ritual
Dimulai sejak pukul 06.30 WIB, suasana khidmat begitu terasa. Namun, Idul Fitri di Polres Bintan kali ini bukan sekadar menjalankan ritual tahunan. Ada pesan mendalam tentang ikatan emosional yang ingin dirajut kembali.
Begitu salam terakhir diucapkan, suasana formal seketika mencair. Acara berlanjut dengan sesi Halal Bihalal. Di sinilah pemandangan menarik tertangkap kamera: tidak ada lagi sekat antara pimpinan dan bawahan.
Tanpa Sekat, Tanpa Ego
Kapolres yang didampingi sang istri tampak berjalan santai, menyalami satu per satu personelnya. Gelak tawa pecah di tengah lapangan. Jabat tangan erat bukan sekadar formalitas, melainkan simbol permohonan maaf yang tulus di tengah padatnya jadwal pengamanan Lebaran yang menguras energi.
Dalam sambutannya yang menyentuh, AKBP Argya Satrya Bhawana menekankan satu hal penting: Soliditas. Bagi pria dengan dua melati di pundak ini, keberhasilan menjaga keamanan Bintan adalah buah dari kekeluargaan yang kuat di internal Polri.
“Idul Fitri adalah momentum kita untuk kembali ke fitrah, melepaskan segala ego, dan memperkuat tali persaudaraan,” ujar AKBP Argya dengan nada tenang namun penuh penekanan.
Dia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang tetap siaga di saat warga lainnya berkumpul dengan keluarga.
“Terima kasih atas kerja keras kalian. Hari ini, kita melepas seragam tugas sejenak untuk menjadi satu keluarga besar yang saling memaafkan dan menguatkan,” tambahnya.
Energi Baru untuk Pelayanan
Kegiatan ini diharapkan menjadi recharging mental bagi seluruh jajaran Polres Bintan. Setelah saling memaafkan, diharapkan ada semangat baru (spirit) dalam memberikan pelayanan yang lebih humanis kepada masyarakat ke depannya.
Kebersamaan di lapangan Mako pagi itu menjadi bukti nyata: bahwa di balik seragam tegas dan tugas yang berat, Polres Bintan adalah sebuah rumah besar yang dibangun di atas fondasi religiusitas dan nilai-nilai kekeluargaan yang kental.
Editor: Budi Adriansyah

















