BINTAN, Radar Perbatasan.com – Teka-teki mengenai perombakan kabinet atau mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mulai menemui titik terang, meski masih diselimuti tabir momentum. Di tengah sorotan publik mengenai banyaknya jabatan eselon yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Ronny Kartika, memberikan sinyal filosofis terkait rencana besar tersebut.
Pertanyaan besar yang menggantung di benak publik, terutama mengenai kapan pelantikan akan dilakukan dan apakah nama-nama pejabat sudah sampai di meja Badan Kepegawaian Negara (BKN), dijawab dengan tenang oleh sang Panglima ASN Bintan ini.
Menunggu Momentum Ideal
Ronny Kartika menegaskan bahwa penataan birokrasi di Bintan tidak dilakukan dengan tergesa-gesa. Baginya, setiap pergeseran posisi memerlukan kalkulasi yang matang agar menghasilkan dampak maksimal bagi pelayanan masyarakat.
“Insya Allah semua sudah dipikirkan. Akan tiba waktu yang pas dan ideal,” ujar Ronny Kartika saat dikonfirmasi, pada Sabtu, 7 Maret 2026, memberikan isyarat bahwa proses administrasi dan pertimbangan manajerial sedang berjalan di jalur yang tepat.
Kalimat “waktu yang pas” ini seolah menjadi penawar atas keraguan publik terkait tertundanya pelantikan yang dikhawatirkan mengganggu kinerja daerah. Sebagaimana diketahui, cukup banyak posisi strategis di level eselon II, III, hingga IV yang saat ini masih dijabat oleh Plt. Namun, bagi pemerintah, kualitas pengisian jabatan jauh lebih penting daripada sekadar kecepatan.
Tantangan Manajemen Talenta
Terkait isu rendahnya nilai manajemen talenta beberapa pejabat dalam penilaian terbaru, Ronny memberikan respons yang menyejukkan. Dia tidak menampik tantangan tersebut, namun dia menekankan bahwa setiap langkah yang diambil selalu berorientasi pada kebermanfaatan.
Dia juga menyinggung soal kebijakan kepala daerah sebelumnya. Apakah masih menjadi pertimbangan? Ronny tidak menjawab secara teknis, namun dia menekankan prinsip universal dalam memimpin birokrasi.
“Demi masa, semoga kita selalu berbuat kebaikan dan keberkahan,” tambahnya dengan nada religius yang mendalam.
Kinerja Daerah Tetap Jadi Prioritas
Meski banyak kursi yang masih diisi Plt, Sekda Bintan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan. Penundaan pelantikan bukan berarti stagnasi, melainkan bagian dari proses penyaringan agar pejabat yang terpilih nantinya benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan (right man on the right place).
Pesan singkat namun padat dari Ronny Kartika ini menegaskan bahwa mutasi pejabat di Bintan bukan sekadar ritual bongkar pasang jabatan. Ini adalah upaya menjemput “berkah” dalam pelayanan publik, di mana waktu dan orang yang tepat akan bertemu pada momentum yang telah dipersiapkan dengan matang.
Kini, publik Bintan tinggal menanti kapan “waktu yang pas” itu akan tiba. Sebuah penantian yang diharapkan berbuah pada penguatan birokrasi demi kemajuan daerah.
Editor: Budi Adriansyah

















